Featured
Tips Liburan Ke Bandung Dari Jakarta

Tips Liburan Ke Bandung Dari Jakarta

Bandung memang jadi tempat tujuan liburan yang utama di jawa barat. Aksesnya cukup mudah, dan tempat wisatanya juga banyak.

Bagi warga DKI Jakarta dan sekitarnya, kota Bandung juga jadi tempat wisata favorit. Wajar aja sih, aksesnya sekarang lebih mudah dengan adanya tol Cipularang.

Kadang, pengunjung dari jakarta yang berlibur ke Bandung suka kebingungan, apa saja yang harus dipersiapkan, dan berlibur kemana saja di Bandung nanti.

Nah, berikut ini adalah tips liburan ke Bandung dari jakarta yang kami kumpulkan.

liburan ke bandung

Tips Liburan Ke Bandung Dari Jakarta

1. Gerbang Tol di Bandung

Area wisata di Bandung cukup luas dan tersebar. Jadi anda perlu tahu dulu kira-kira mau kemana, sehingga bisa perjalanan dari jakarta bisa keluar tol yang sesuai.

Jika anda akan berkunjung ke tempat wisata di bandung bagian selatan, seperti ; kawah putih, glamping lakeside, area ciwidey, situ patenggang, dll, maka keluar di gerbang tol Kopo.

Jika akan berlibur ke wilayah Bandung utara (Lembang, dago), ataupun bandung kota, bisa keluar di tol Pasteur.

2. Transportasi Umum Ke Bandung Dari Jakarta

Jika anda menggunakan kendaraan umum, disarankan untuk menggunakan angkutan travel seperti citytrans, xtrans, dan sejenisnya. Setiap travel memiliki titik drop off yang cukup banyak dan langsung dipusat kota, sehingga menghemat waktu.

Jika menggunakan bis umum, anda berhenti di terminal leuwi panjang. Cukup jauh dari pusat wisata/liburan.

Untuk kereta, berhenti langsung di stasiun utama bandung (St hall).

3. Kendaraan Umum Di Bandung

Kendaraan umum di Bandung cukup banyak dan lengkap. Cuma untuk menuju tempat wisata di wilayah bandung utara atau bandung selatan, pilihannya tidak banyak dan cukup ribet juga.

Alternatifnya adalah dengan sewa mobil harian di Bandung, atau menggunakan jasa taksi online/ojek online.

Perlu diperhatikan, dibeberapa tempat seperti bandara, stasiun, dll taksi /ojek online tidak akan mau ngambil penumpang karena suka konflik dengan taksi konvensional. Jika mau pakai, anda harus berjalan menjauh dulu dari area stasiun.

4. Memilih Tempat Menginap

Memilih tempat menginap ada baiknya disesuaikan dengan area yang akan kita jelajahi. Misal kita akan fokus di Bandung utara, bisa menginap di hotel di Lembang.

Pilihan yang aman sih menginap di Bandung kota disekitaran Dago, Cihampelas, pasteur. Aksesnya ke Bandung utara dan bandung selatan cukup mudah karena ada di tengah-tengah. Selain itu juga mudah untuk mengitari kota Bandung.

5. Gunakan Aplikasi GPS

Tempat wisata di Bandung rata-rata sudah ada di aplikasi GPS atau peta seperti waze ataupun google map. Anda bisa menggunakannya dengan mudah untuk menentukan rute ke tempat tujuan.

Selain itu, biasanya aplikasi diatas juga menunjukan rute alternatif yang lebih cepat.

Semoga tips liburan ke Bandung dari Jakarta ini bisa berguna untuk anda.

Makan Randang Lokan di Pesisir Selatan, Nikmat!

Makan Randang Lokan di Pesisir Selatan, Nikmat!

Masakan randang yang ada di Sumatera Barat itu ada beragam variasi lho, bukan hanya randang daging atau ayam saja. Sudah coba randang lokan yang berasal dari kawasan Pesisir Selatan? Kalau belum, cobain deh!

Kabupaten Pesisir Selatan memang terkenal dengan wisata baharinya. Lokan adalah sejenis kerang dengan cangkang agak besar dan kehitaman yang ada di sekitar muara sungai di Pesisir Selatan, terutama di Sungai Indrapura dan Sungai Batang Tarusan.

Lokan adalah sumber vitamin, sumber mineral dan sumber protein hewani lengkap yang mengandung semua jenis asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh, dan yang terpenting, lebih rendah lemak dibandingkan daging sapi! Jadi randang lokan ini lebih sehat dari randang daging! Hore!

Randang Lokan

Mencari lokan untuk dibuat randang itu nggak gampang lho! Apalagi saat sedang musim hujan.

Menurut Reno Andam Suri, penulis buku Randang Traveler: Menyingkap Bertuahnya Randang Minang, untuk mendapatkan lokan, dibutuhkan orang-orang yang ahli menyelam, karena lokan bisa didapatkan di kedalaman 5 hingga 10 meter dan berada di dalam lumpur.

Selain itu, lokan berada di wilayah muara sungai, di mana banyak terdapat buaya. Sehingga, para penjaring lokan harus mencari lokan di pagi hingga siang hari, saat para buaya sedang beristirahat.

Ada pula masyarakat yang mengambil lokan dengan adat sopan santun daerah setempat, yaitu dengan meminta izin sebelum menyelam, dengan mengatakan “Inyiak Datuak, permisi, ambo ka mancari makan.” Hal ini disebabkan karena di kisah rakyat Minangkabau, buaya dianggap sebagai makhluk yang sangat dihormati.

Randang lokan memiliki warna agak gelap atau coklat kehitaman dengan rasa kaldu yang kuat. Ayo datang ke Pesisir Selatan untuk mencoba randang lokan! Paling asyik makan randang ini di atas nasi putih hangat sambil ngobrol akrab dengan penduduk setempat!

Istana Bung Hatta, Rumah Kelahiran Sang Bung Proklamator

Istana Bung Hatta, Rumah Kelahiran Sang Bung Proklamator

Berbangga dari sejarah secara berlebihan itu tidak perlu. Kita tidak mau terjebak dalam romantisme yang tidak produktif. Bukan berarti belajar sejarah itu tidak penting. Kita tetap harus mengerti masa lalu kita, agar bisa menerima identitas diri kita sendiri dan melakukan sesuatu yang positif dan produktif di masa kini, untuk membangun hari esok yang lebih baik.

Salah satu cara belajar dari sejarah adalah dengan napak tilas ke tempat tokoh sejarah dilahirkan. Bukan hanya untuk foto-foto! Pasti di sana ada banyak cerita yang bisa menginspirasi kita untuk berkarya di hari ini.

Istana Bung Hatta

Kalau kita mampir ke Bukittinggi, suasana kental Bung Hatta terlihat kuat di mana-mana. Mulai dari Istana Bung Hatta yang terletak di seberang taman Jam Gadang Bukittinggi, Taman Monumen Bung Hatta yang ada di samping gedung Istana Bung Hatta, hingga Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta yang ada di Jalan Soekarno-Hatta No. 37.

Museum rumah kelahiran Bung Hatta adalah rumah milik nenek Bung Hatta yang kini dikelola oleh Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Bukittinggi, terbuka untuk dikunjungi masyarakat setiap hari Senin-Minggu, pukul 08.00-16.00. Bung Hatta menghabiskan masa kecilnya di rumah ini, hingga ia berusia 11 tahun dan harus melanjutkan pendidikan di Meer Uitgebred Lager Onderwijs (MULO)/sekolah menengah di Padang.

Rumah ini telah direnovasi pada tahun 1995, tetapi tidak mengubah bentuk aslinya. Sebagian besar perabotan di dalam rumah masih asli dari peninggalan masa kecil Bung Hatta dan tata letak perabotan pun masih dipertahankan di tempat asalnya.

Terlihat jelas bahwa keluarga Bung Hatta adalah keluarga yang sangat berada pada masanya. Di bagian belakang rumah, terdapat istal kuda yang kini kosong, menandakan bahwa keluarga Bung Hatta mengoleksi beberapa kuda di zaman dulu.

Tak jauh dari istal kuda, ada semacam garasi untuk koleksi bugi/bendi/delman milik keluarga yang sering digunakan Bung Hatta untuk pergi ke sekolah sewaktu kecil. Jika tidak naik bendi dengan diantar kusir, Bung Hatta akan naik sepeda untuk pergi ke sekolah. Sepeda itu masih terpajang dengan rapi di kamar yang ditinggali Bung Hatta semasa kecil.

Saat berjalan-jalan di belakang rumah, pengunjung museum dipersilahkan mengenakan sandal tangkelek/bakiak, untuk merasakan gaya hidup keluarga Bung Hatta dulu, yang memang mengenakan sandal itu ke mana-mana, termasuk untuk pergi ke masjid.

Museum ini sangat komprehensif memajang dan menguraikan profil dan pemikiran Bung Hatta. Mulai dari kamar tempat Bung Hatta dilahirkan, kamar kakek dan mamak beliau, ranji keluarga/silsilah keluarga Bung Hatta dari pihak ibu dan bapak, hingga sekitar 6.000 buah buku bacaan Bung Hatta dan contoh pidato beliau yang dipajang di sana, serta puluhan koleksi foto dan lukisan Bung Hatta.

Kalau datang ke tempat ini hanya untuk lewat-lewat dan lihat-lihat, kurang seru! Paling asyik datang ke sini dengan ditemani pengurus museum atau penggila sejarah yang mengerti betul tentang Bung Hatta, jadi berkeliling museumnya sambil mendengar cerita!

Lain kali ke Bukittinggi jangan hanya belanja ya. Ayo mampir ke Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, dapatkan segudang inspirasi dari masa kecil beliau untuk berkarya!

Mengenal Yogyakarta; Berbagai Penamaan Yang Umum

Mengenal Yogyakarta; Berbagai Penamaan Yang Umum

Sudah gak asing lagi kita mendengar salah satu kota di Indonesia ini, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain keanekaragaman seni dan budayanya, salah satu Daerah Istimewa di Indonesia ini juga kaya akan obyek wisatanya. Ada berbagai macam Pantai yaitu PantaiParangtritis, Pantai Baron, Pantai Krakal, Pantai Siung, dan masih banyak lagi.

Selain itu juga banyak tempat wisata lain selain pantai diantaranya adalah Malioboro, Benteng Vandenbergh, Pemandian Taman Sari, Keraton Yogyakarta, Pasar Bringharjo,dan lain-lain. Selain menjadi Kota Pelajar, Jogjakarta juga sebagai Kota seni dan budaya.

Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya seniman-seniman yang berasal dari jogjakarta diantaranya Sheila On 7, Jikustik, Jadug Ferianto, Butet Kertarajasa, dan masih banyak lagi.

Yogyakarta

Naah..sebelum kita mengupas lebih dalam lagi tentang Jogjakarta alangkah baiknya kita kenal Jogja melalui Namanya terlebih dahulu. Banyak Sebutan untuk daerah Istimewa yang satu ini yaitu Yogyakarta. Orang-orang tua menyebut Ngayogyakarta, orang-orang Jawa Timur dan Jawa Tengah menyebut Yogja atau Yojo.

Disebut Jogja dalam slogan Jogja Never Ending Asia. Belakangan muncul sebutan baru, yaitu Djokdja. Sekilas memang membingungkan, namun menunjuk pada daerah yang sama. Lalu, bagaimana bisa kisahnya sampai nama kota ini bisa begitu bervariasi?

Paling tidak, ada 3 perkembangan yang bisa diuraikan. Nama Ngayogyakarta dipastikan muncul tahun 1755, ketika Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I mendirikan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kraton yang berdiri di Alas Bering itu merupakan wujud Perjanjian Giyanti yang dilakukan dengan Pakubuwono III dari Surakarta.

Tak jelas kapan mulai muncul penamaan Yogyakarta, apakah muncul karena pemenggalan dari nama Ngayogyakarta atau sebab lain. Namun, nama Yogyakarta secara resmi telah dipakai sejak awal kemerdekaan Indonesia.

Ketika menjadi ibukota Indonesia pada tahun 1949, kota yang juga bergelar kota pelajar ini sudah disebut Yogyakarta. Sri sultan Hamengku Buwono IX juga menggunakan nama Yogyakarta ketika mengumumkan bahwa kerajaan ini merupakan bagian dari Republik Indonesia.

Berbagai penamaan muncul kemudian, seperti Yogja, Jogja, Jogya dan Yogya. Bisa dikatakan bahwa variasi nama itu muncul akibat pelafalan yang berbeda-beda antar orang dari berbagai daerah di Indonesia. Uniknya, hampir semua orang bisa memahami tempat yang ditunjuk meski cara pengucapannya berbeda.

Karena kepentingan bisnis, nama Jogja kemudian menguat dan digunakan dalam slogan Jogja Never Ending Asia. Slogan tersebut dibuat untuk membangun citra Yogyakarta sebagai kota wisata yang kaya akan pesona alam dan budaya. Alasan dipilih ‘Jogja’ adalah karena (diasumsikan) lebih mudah dilafalkan oleh banyak orang, termasuk para wisatawan asing. Sempat pula berbagai institusi mengganti Yogyakarta dengan Jogjakarta.

Dengan berbagai lafal dan cara penulisannya, bisa dikatakan Yogyakarta merupakan daerah yang paling banyak memiliki variasi nama. Jakarta hanya memiliki satu (Jayakarta), sementara Bali tidak memilikinya sama sekali.

Kini anda tak perlu bingung lagi jika kebetulan ada orang yang menuliskan kota Yogyakarta seperti caranya melafalkan.

Jika mencari tahu tentang seluk beluk kota ini di internet, nama Yogyakarta merupakan yang paling tepat sebab merupakan nama yang paling umum digunakan dalam bahasa tulisan. Alternatif lainnya, anda bisa menggunakan nama Yogyakarta, nama kedua yang paling sering digunakan.

Rakik, Camilan Seafood Gurih Pariaman

Rakik, Camilan Seafood Gurih Pariaman

Waktu kecil, saya seringkali diajak mengunjungi rumah bako bundo saya di Pariaman (catatan: bako artinya keluarga ayah, bundo artinya ibu). Hal paling mencolok dari kunjungan ke tempat ini adalah suhu udara yang bukan main panasnya. Wajar saja, Pariaman adalah salah satu daerah dengan garis pantai terpanjang di Sumatera Barat, dengan panjang garis pantai 60,50 km.

Suhu panas bukan alasan untuk malas silaturahmi dengan keluarga bako bundo. Ada banyak hal yang menarik yang bisa membuat saya lupa dengan panasnya udara.

camilan rakik

Salah satunya adalah makanan. Saya ingat sekali adik ungku saya (catatan: ungku artinya kakek) yang memperkenalkan saya kepada makanan khas Pariaman yang bernama Rakik.

Rakik adalah sejenis gorengan yang terbuat dari makanan laut bercampur adonan tepung. Rasanya garing dan gurih seperti kerupuk, dengan daging ikan atau udang di bagian tengahnya. Kebanyakan orang mengenali jenis camilan ini dengan sebutan peyek atau rempeyek.

Dalam Bahasa Minangkabau, kata rakik memiliki arti rakit. Mungkin makanan ini mendapat nama Rakik karena bentuknya seperti rakit? Silahkan orang Minangkabau yang mengerti untuk komentar di kolom diskusi di bawah ini! 🙂

Kalau kita jalan-jalan ke pasar di Pariaman, kita akan menemukan puluhan tumpukan rakik dari berbagai macam hewan laut yang dijual para pedagang. Rasanya ingin beli semua, tetapi uang jajan saya selalu tidak cukup. 🙂

Kalau saya mencoba sendiri membuat rakik di rumah, rasanya pasti tidak sama dengan yang dijual di pasar di Pariaman. Selalu saja ada yang kurang. Jadi, ayo datang ke Pariaman untuk makan rakik! Main ke Sumatera Barat, jangan makan rendang atau gulai saja!

Pantai Senggigi Lombok, Info Lengkap

Pantai Senggigi Lombok, Info Lengkap

Pantai Senggigi, Lombok, NTB – Destinasi wisata yang paling terkenal di Lombok salah satunya adalah pantai Senggigi. Saking terkenalnya, pantai Senggigi sudah menjadi icon wisata Lombok.

Ya, banyak alasan kenapa Anda harus mengunjungi pantai ini. Yang pasti, keindahan panorama pantainya akan membuat Anda terpesona dan berdecak kagum. Pantai Senggigi dekat dengan kawasan perbukitan yang berlokasi di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat atau sekitar 12 km dari kota Mataram.

Pantai Senggigi, Lombok

Sepanjang garis pantai, Anda melihat hamparan pasir yang membentang, perpaduan pasir putih bersih dan pasir hitam, menawarkan eksotisme yang tak terlupakan.

Ombak pantai Senggigi relatif tenang, sehingga setiap pengunjung dapat bersantai melakukan kegiatan di pantai dengan aman. Misalnya, Anda dapat duduk, berbaring di pinggir pantai, berenang, atau naik canoe.

Keindahan alam bawah laut pantai Senggigi menggoda untuk dijelajahi. Untuk menyaksikannya sendiri, Anda bisa snorkeling melihat beragam ikan berwarna warni dan biota laut lain serta terumbu karang yang masih terjaga kelestariannya.

Pantai Senggigi sangatlah indah Jika Anda datang pada sore hari, karena Anda dapat menyaksikan matahari tenggelam.

Warna langit yang berwarna jingga kemerahan berpadu dengan tekstur awan dan lautan pantai Senggigi yang memantulkan cahaya keemasan menawarkan keindahan alam yang sangat mengagumkan. Jangan lupa untuk mengabadikan momen indah di ini.

Fasilitas di sekitar pantai Senggigi sangatlah lengkap. Ada bisa menemukan banyak tempat penginapan seperti hotel atau guest untuk para wisatawan dengan harga yang bervariasi.

Untuk kuliner, banyak restoran dan kafe di dekat pantai Senggigi yang menawarkan aneka menu khas Lombok seperti Ayam Taliwang dan Plecing kangkung. Selain itu, banyak pula tempat berbelanja souverir khas pantai Sengigi. Akses menuju pantai Sengiggi sangatlah mudah.

Anda perlu menempuh sekitar dua jam perjalanan dari Bandara Internasional Lombok.

Air Terjun Grojogan Sewu

Air Terjun Grojogan Sewu

Grojogan Sewu, Karanganyar, Jawa Tengah – Merupakan salah satu air terjun yang tertinggi di propinsi Jawa Tengah, Grojogan Sewu menawarkan pemandangan alam yang mengagumkan.

Ketinggiannya mencapai 80 meter dan terletak di lereng gunung Lawu, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Air terjun ini berada di kawasan hutan lindung Grojogan Sewu seluas 20 hektar dan suasananya masih terasa sejuk dan alami.

Air Terjun Grojogan Sewu

Grojogan Sewu itu sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti ‘air terjun seribu’.Pemandangan yang indah dan hawa pegunungan yang dingin namun menyegarkan membuat kawasan wisata ini menjadi favorit para wisatawan.

Untuk sampai di air terjun, Anda perlu memiliki stamina yang cukup karena Anda harus menuruni ratusan anak tangga. Dalam perjalanan Anda menuju air terjun, tak jarang Anda akan mendapati kera-kera yang merupakan penghuni hutan.

Di samping menikmati keindahan panorama pegunungan, Anda juga bisa mencicipi masakan khas daerah ini, yaitu sate kelinci. Biasanya, sate kelinci disajikan bersama lontong, cabe, bawang merah, dan bumbu kacang.

Anda bisa mencobanya di warung-warung sekitar air terjun. Menyantap sate kelinci sambil menyaksikan air terjun, tentu menciptakan kesan tersendiri.

Selain air terjun, ada pula atraksi yang lain seperti kolam renang, flying fox, arung jeram, area outbound.

Untuk menuju Grojogan Sewu, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan angkutan umum karena aksesnya cukup mudah.

Mengenal Museum ANRI Lebih Jauh

Mengenal Museum ANRI Lebih Jauh

Museum ANRI – Bagaimana bila sebuah lembaga yang menyimpan ribuan dokumen penting negara membuat sebuah museum? Fantastis tentunya. Gambaran itulah yang muncul ketika berkunjung ke Museum ANRI.

ANRI adalah singkatan Arsip Negara Republik Indonesia. Lembaga ini adalah tujuan akhir setiap dokumen negara yang mengambil tempat dalam sejarah Indonesia. Gedung ANRI menyimpan berbagai macam dokumen, mulai dari surat negara hingga foto-foto bersejarah. Tidak hanya itu, film-film bersejarah pun juga menjadi bagian koleksi lembaga yang beralamat di Jalan Ampera, Jakarta Selatan.

Museum ANRI

Museum ANRI merupakan jawaban atas tantangan menghadirkan arsip dalam bentuk populer. Di dalamnya, Anda akan dibawa melintasi lini masa dari era perjuangan fisik hingga era reformasi. Sejarah disajikan dalam bentuk kekinian dari hall A hingga hall H. Di Hall B, misalnya, terdapat layar touchscreen yang memudahkan pengunjung mengakses profil pahlawan di Nusantara.

Di hall D, ada hal yang lebih menarik. Pengunjung bisa mendengar rekaman asli pembacaan naskah Proklamasi dengan menekan microphone pada diorama Soekarno-Hatta.

Gedung sarat sejarah ini dipenuhi berbagai dokumen menarik, dan beberapa bahkan kontroversial. Mulai dari foto hingga diorama, semuanya begitu memanjakan mata. Perencana gedung tampaknya benar-benar mempertimbangkan faktor kenyamanan mata pengunjung.

Hal tersebut terlihat dari pencahayaan dan penataan dokumen, foto, diorama, dan proyeksi film yang dibuat. Salah satu yang cukup kontroversial adalah hadirnya surat perintah sebelas maret dan beberapa dokumen reformasi yang ada di museum ini. Selain menghadirkan versi sudut pandang yang berbeda, hadirnya beberapa dokumen yang dahulunya dirahasiakan tersebut memancing dahi pengunjung untuk berkernyit seraya bertanya-tanya: apakah yang sebenarnya terjadi? Adakah peristiwa yang ditutupi?

Jam buka museum ANRI adalah dari jam 9.00 sampai 17.00. Museum ini buka setiap hari kerja. Untuk mengunjungi museum ini, pengunjung tidak dikenakan biaya apa pun alias gratis. Tidak ada persyaratan yang perlu dilakukan untuk mengakses semua fasilitas.

Namun, bila Anda menginginkan untuk datang secara rombongan, Anda perlu berkomunikasi dahulu dengan pihak pengelola museum. Selain tetap tidak dikenakan biaya, pengunjung rombongan bahkan bisa mendapatkan pemandu sejarah. Menarik bukan?

Bagi Anda yang ingin mengetahui lini masa sejarah Indonesia dalam bentuk menarik, museum ANRI adalah pilihan yang layak dipertimbangkan. Lokasinya yang tak jauh dari pusat kota, bisa diakses dengan cuma-cuma, dan fasilitas modern adalah beberapa daya tarik museum ini. Buktikan!

Tari Piriang, Ketika Petani Bersorak Gembira!

Tari Piriang, Ketika Petani Bersorak Gembira!

Selain menjadi nelayan, bekerja sebagai petani bisa menjadi pekerjaan sejatinya orang Indonesia. Bagaimana tidak, Indonesia adalah negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil, dan berdasarkan Protokol Nagoya yang berlaku sejak 12 Oktober 2014, tingginya keanekaragaman sumber daya alam hayati di Indonesia akan menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi berkelanjutan/green economy.

Di masyarakat Minangkabau, menjadi petani adalah akar. Di keempat jorong/desa kecil di Nagari Tuo Pariangan, daerah peradaban tertua di Minangkabau, hamparan sawah terbentang luas, menjadi sumber panganan rakyat dan modal perkembangan peradaban.

Sekitar abad ke-12 Masehi, saat sebagian besar masyarakat Minangkabau memeluk agama Hindu dan Budha, serta ada pula yang masih menganut kepercayaan animisme, lahirlah sebuah tarian persembahan untuk para dewa yang telah memberikan panen berlimpah sepanjang tahun. Namanya Tari Piriang, yang dalam Bahasa Indonesia berarti Tari Piring.

Tari Piriang

Setelah agama Islam masuk ke Sumatera Barat dan menjadi agama yang dianut mayoritas masyarakat, Tari Piriang berubah fungsi dari tari persembahan untuk dewa, menjadi sebuah bentuk hiburan saja. Gerakan Tari Piriang bisa dikelompokkan dalam dua macam, yaitu:

Gerakan yang terinspirasi dari pengaruh budaya Islam, yaitu Gerak Pasambahan, gerakan pembuka yang menyimbolkan rasa syukur kepada Allah SWT dan bentuk permohonan pada penonton untuk menyaksikan pertunjukan dengan baik.
Gerakan yang terinspirasi dari pergerakan para petani, seperti Gerak Mencangkul, Gerak Menyiang, Gerak Membuang Sampah, Gerak Menyemai, dll.

Gerakan-gerakan Tari Piriang ini betul-betul membawa penonton ke dalam suasana perayaan yang penuh suka cita, sampai penonton sering ikut tersenyum sepanjang pertunjukannya. Kerennya lagi, di pertunjukan Tari Piriang, para penarinya mempertunjukkan kemampuan berjalan di atas piring pecah tanpa luka segores pun.

Semangat gembira juga dibangun dengan kostum para penari yang biasanya berwarna merah, kuning dan emas mencolok, diperkaya dengan alunan musik talempong, rabab dan saluang yang tak kalah riangnya.

Tari Piriang ini bukan barang asing, karena sudah terkenal di Indonesia, sampai ke seluruh dunia. Setiap ada orang Minangkabau menikahkan anaknya dengan adat Minangkabau, biasanya tarian ini pun dipertontonkan.

Lalu inspirasi apa yang bisa didapatkan dari menonton Tari Piriang? Mungkin mengingatkan kita bahwa para petani seharusnya jadi salah satu masyarakat paling makmur dan paling riang di negara ini? Mungkin sudah saatnya kita pulang kampung dan mengembangkan pertanian Sumatera Barat sampai ke skala dunia?

Review Pantai Balekambang Di Malang

Review Pantai Balekambang Di Malang

Pantai Balekambang, Malang, Jawa Timur – Pantai selalu menjadi objek wisata yang menarik. Anda tentu tidak asing lagi dengan keindahan sebuah pantai. Ombak, pasir, dan cahaya matahari selalu menyajikan panorama yang menawan. Destinasi pantai yang bisa Anda coba adalah Pantai Balekambang di Malang.

Pemandangan Pantai Balekambang sekilas mengingatkan pada objek wisata Tanah Lot di Bali. Selain kontur pantai yang mirip, di Pantai Balekambang juga terdapat pura Hindu yang berdiri kokoh di atas sebuah batu karang.

Pantai Balekambang

Pada saat-saat tertentu, pura tersebut masih digunakan untuk beribadah. Warga setempat masih mengadakan upacara Surohan dan Jalanindha Puja di pura tersebut. Jadi, tidak perlu jauh-jauh ke Bali untuk merasakan sensasi liburan yang sama, bukan?

Pantai Balekambang dikelilingi tiga buah pulau yang menjadikan pantai menjadi eksotis. Ketiga pulau tersebut adalah Pulau Ismoyo, Pulau Anoman, dan Pulau Wisanggeni.

Nama ketiga pulau tersebut diambil dari nama tokoh-tokoh pewayangan. Suasana ketika matahari terbenam merupakan pemandangan yang tak terlupakan.

Berbagai fasilitas sudah tersedia di lokasi wisata. Penginapan hingga fasilitas flying fox bisa dinikmati para pelancong di pantai yang terletak sekitar 60 kilometer dari Kota Malang. Beberapa hotel besar juga terdapat di objek wisata ini. Selain itu, ada juga toko cenderamata dan tempat makan tradisional di tempat ini dengan harga bervariasi.

Anda bisa mendatangi pantai ini dengan kendaraan pribadi. Adapun jalur yang dilalui adalah dengan melalui Kecamatan Gondanglegi menuju ke Kecamatan Bantur, lalu dilanjutkan ke Desa Srigoco.

Alternatif jalan yang bisa digunakan adalah melalui Kecamatan Kepanjen, menuju Kecamatan Pagak, lalu belok ke kiri ke arah Kecamatan Bantur. Selamat melancong! (wisataloka.com)

Info Wisata Taman Nasional Baluran

Info Wisata Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran, Jawa Timur – Taman Nasional Baluran berada di kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, sebelah utara Banyuwangi dan berbatasan dengan Selat Madura dan Selat Bali. Yang unik dari TN Baluran, sekitar 40 persen dari kawasan ini merupakan padang rumput.

Boleh dibilang, TN Baluran mewakili jenis hutan di Indonesia. Beragam jenis hutan di TN Baluran, yaitu hutan pantai, hutan payau, hutan mangrove, padang rumput, hutan hujan pegunungan, padang lamun, hutan musim, dan terumbu karang.

Taman Nasional Baluran

Keberagaman jenis hutan inilah yang membuat TN Baluran begitu istimewa. TN Baluran terbagi menjadi empat zona, yaitu: zona inti, zona rimba, zona pemanfaatan intensif, dan zona pemanfaatan khusus. Aneka satwa liar menghuni kawasan TN Baluran seperti banteng Jawa (bos javanicus) yang juga merupakan ikon TN Baluran.

Selain itu, ada pula rusa, kerbau, babi hutan, anjing hutan, macan tutul, burung merak serta beberapa jenis tumbuhan seperti widoro bukol, mimba, salam, asam jawa.

Keindahan panorama alam bebas yang liar namun menawan ditawarkan TN Baluran, misalnya savana Bekol yang merupakan padang rumput terluas di pulau Jawa dan menjadi objek wisata andalan. Menjelajahi savana Bekol, Anda seperti dibawa ke alam liar Afrika. Gunung Baluran yang namanya dipakai sebagai nama taman nasional terdapat mata air yang tak pernah kering sepanjang tahun.

Di TN Baluran Anda juga dapat mengeksplorasi goa jepang dan deretan pantai, yaitu pantai Bama, pantai Bilik, dan pantai Sejile.

Banyak aktivitas yang dapat Anda lakukan di TN Baluran, misalnya tracking menyusuri hutan dan padang rumput, bersepeda di sekitar savana atau mendaki gunung Baluran.

Selain itu, di pantai Bama, pantai Sejiluk, dan pantai Bilik Anda bisa diving atau snorkeling, menyaksikan keindahan terumbu karang dan aneka biota laut. Bagi Anda pehobi fotografi, TN Baluran menyajikan beragam objek fotografi yang pastinya sangat menarik.

TN Baluran merupakan tempat yang mengasyikkan bagi pecinta alam dengan adanya tempat berkemah. Fasilitas lain yang dapat dimanfaatkan, yaitu menara pandang di mana Anda bisa melihat panorama savana, gunung, dan pantai sekaligus. Terdapat pula, pusat informasi, penginapan, tempat penyewaan kano dan alat snorkeling.

Di kawasan TN Baluran juga terdapat jalan aspal dan jalan trail yang memudahkan para petualang menjelajahi taman nasional yang dijuluki Africa van Java ini. Akses menuju TN Baluran sangatlah mudah dengan adanya jalan raya lintas propinsi yang menghubungkan pulau Jawa dengan pulau Bali.