Featured
Tips Liburan Ke Bandung Dari Jakarta

Tips Liburan Ke Bandung Dari Jakarta

Bandung memang jadi tempat tujuan liburan yang utama di jawa barat. Aksesnya cukup mudah, dan tempat wisatanya juga banyak.

Bagi warga DKI Jakarta dan sekitarnya, kota Bandung juga jadi tempat wisata favorit. Wajar aja sih, aksesnya sekarang lebih mudah dengan adanya tol Cipularang.

Kadang, pengunjung dari jakarta yang berlibur ke Bandung suka kebingungan, apa saja yang harus dipersiapkan, dan berlibur kemana saja di Bandung nanti.

Nah, berikut ini adalah tips liburan ke Bandung dari jakarta yang kami kumpulkan.

liburan ke bandung

Tips Liburan Ke Bandung Dari Jakarta

1. Gerbang Tol di Bandung

Area wisata di Bandung cukup luas dan tersebar. Jadi anda perlu tahu dulu kira-kira mau kemana, sehingga bisa perjalanan dari jakarta bisa keluar tol yang sesuai.

Jika anda akan berkunjung ke tempat wisata di bandung bagian selatan, seperti ; kawah putih, glamping lakeside, area ciwidey, situ patenggang, dll, maka keluar di gerbang tol Kopo.

Jika akan berlibur ke wilayah Bandung utara (Lembang, dago), ataupun bandung kota, bisa keluar di tol Pasteur.

2. Transportasi Umum Ke Bandung Dari Jakarta

Jika anda menggunakan kendaraan umum, disarankan untuk menggunakan angkutan travel seperti citytrans, xtrans, dan sejenisnya. Setiap travel memiliki titik drop off yang cukup banyak dan langsung dipusat kota, sehingga menghemat waktu.

Jika menggunakan bis umum, anda berhenti di terminal leuwi panjang. Cukup jauh dari pusat wisata/liburan.

Untuk kereta, berhenti langsung di stasiun utama bandung (St hall).

3. Kendaraan Umum Di Bandung

Kendaraan umum di Bandung cukup banyak dan lengkap. Cuma untuk menuju tempat wisata di wilayah bandung utara atau bandung selatan, pilihannya tidak banyak dan cukup ribet juga.

Alternatifnya adalah dengan sewa mobil harian di Bandung, atau menggunakan jasa taksi online/ojek online.

Perlu diperhatikan, dibeberapa tempat seperti bandara, stasiun, dll taksi /ojek online tidak akan mau ngambil penumpang karena suka konflik dengan taksi konvensional. Jika mau pakai, anda harus berjalan menjauh dulu dari area stasiun.

4. Memilih Tempat Menginap

Memilih tempat menginap ada baiknya disesuaikan dengan area yang akan kita jelajahi. Misal kita akan fokus di Bandung utara, bisa menginap di hotel di Lembang.

Pilihan yang aman sih menginap di Bandung kota disekitaran Dago, Cihampelas, pasteur. Aksesnya ke Bandung utara dan bandung selatan cukup mudah karena ada di tengah-tengah. Selain itu juga mudah untuk mengitari kota Bandung.

5. Gunakan Aplikasi GPS

Tempat wisata di Bandung rata-rata sudah ada di aplikasi GPS atau peta seperti waze ataupun google map. Anda bisa menggunakannya dengan mudah untuk menentukan rute ke tempat tujuan.

Selain itu, biasanya aplikasi diatas juga menunjukan rute alternatif yang lebih cepat.

Semoga tips liburan ke Bandung dari Jakarta ini bisa berguna untuk anda.

Review Pantai Balekambang Di Malang

Review Pantai Balekambang Di Malang

Pantai Balekambang, Malang, Jawa Timur – Pantai selalu menjadi objek wisata yang menarik. Anda tentu tidak asing lagi dengan keindahan sebuah pantai. Ombak, pasir, dan cahaya matahari selalu menyajikan panorama yang menawan. Destinasi pantai yang bisa Anda coba adalah Pantai Balekambang di Malang.

Pemandangan Pantai Balekambang sekilas mengingatkan pada objek wisata Tanah Lot di Bali. Selain kontur pantai yang mirip, di Pantai Balekambang juga terdapat pura Hindu yang berdiri kokoh di atas sebuah batu karang.

Pantai Balekambang

Pada saat-saat tertentu, pura tersebut masih digunakan untuk beribadah. Warga setempat masih mengadakan upacara Surohan dan Jalanindha Puja di pura tersebut. Jadi, tidak perlu jauh-jauh ke Bali untuk merasakan sensasi liburan yang sama, bukan?

Pantai Balekambang dikelilingi tiga buah pulau yang menjadikan pantai menjadi eksotis. Ketiga pulau tersebut adalah Pulau Ismoyo, Pulau Anoman, dan Pulau Wisanggeni.

Nama ketiga pulau tersebut diambil dari nama tokoh-tokoh pewayangan. Suasana ketika matahari terbenam merupakan pemandangan yang tak terlupakan.

Berbagai fasilitas sudah tersedia di lokasi wisata. Penginapan hingga fasilitas flying fox bisa dinikmati para pelancong di pantai yang terletak sekitar 60 kilometer dari Kota Malang. Beberapa hotel besar juga terdapat di objek wisata ini. Selain itu, ada juga toko cenderamata dan tempat makan tradisional di tempat ini dengan harga bervariasi.

Anda bisa mendatangi pantai ini dengan kendaraan pribadi. Adapun jalur yang dilalui adalah dengan melalui Kecamatan Gondanglegi menuju ke Kecamatan Bantur, lalu dilanjutkan ke Desa Srigoco.

Alternatif jalan yang bisa digunakan adalah melalui Kecamatan Kepanjen, menuju Kecamatan Pagak, lalu belok ke kiri ke arah Kecamatan Bantur. Selamat melancong! (wisataloka.com)

Info Wisata Taman Nasional Baluran

Info Wisata Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran, Jawa Timur – Taman Nasional Baluran berada di kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, sebelah utara Banyuwangi dan berbatasan dengan Selat Madura dan Selat Bali. Yang unik dari TN Baluran, sekitar 40 persen dari kawasan ini merupakan padang rumput.

Boleh dibilang, TN Baluran mewakili jenis hutan di Indonesia. Beragam jenis hutan di TN Baluran, yaitu hutan pantai, hutan payau, hutan mangrove, padang rumput, hutan hujan pegunungan, padang lamun, hutan musim, dan terumbu karang.

Taman Nasional Baluran

Keberagaman jenis hutan inilah yang membuat TN Baluran begitu istimewa. TN Baluran terbagi menjadi empat zona, yaitu: zona inti, zona rimba, zona pemanfaatan intensif, dan zona pemanfaatan khusus. Aneka satwa liar menghuni kawasan TN Baluran seperti banteng Jawa (bos javanicus) yang juga merupakan ikon TN Baluran.

Selain itu, ada pula rusa, kerbau, babi hutan, anjing hutan, macan tutul, burung merak serta beberapa jenis tumbuhan seperti widoro bukol, mimba, salam, asam jawa.

Keindahan panorama alam bebas yang liar namun menawan ditawarkan TN Baluran, misalnya savana Bekol yang merupakan padang rumput terluas di pulau Jawa dan menjadi objek wisata andalan. Menjelajahi savana Bekol, Anda seperti dibawa ke alam liar Afrika. Gunung Baluran yang namanya dipakai sebagai nama taman nasional terdapat mata air yang tak pernah kering sepanjang tahun.

Di TN Baluran Anda juga dapat mengeksplorasi goa jepang dan deretan pantai, yaitu pantai Bama, pantai Bilik, dan pantai Sejile.

Banyak aktivitas yang dapat Anda lakukan di TN Baluran, misalnya tracking menyusuri hutan dan padang rumput, bersepeda di sekitar savana atau mendaki gunung Baluran.

Selain itu, di pantai Bama, pantai Sejiluk, dan pantai Bilik Anda bisa diving atau snorkeling, menyaksikan keindahan terumbu karang dan aneka biota laut. Bagi Anda pehobi fotografi, TN Baluran menyajikan beragam objek fotografi yang pastinya sangat menarik.

TN Baluran merupakan tempat yang mengasyikkan bagi pecinta alam dengan adanya tempat berkemah. Fasilitas lain yang dapat dimanfaatkan, yaitu menara pandang di mana Anda bisa melihat panorama savana, gunung, dan pantai sekaligus. Terdapat pula, pusat informasi, penginapan, tempat penyewaan kano dan alat snorkeling.

Di kawasan TN Baluran juga terdapat jalan aspal dan jalan trail yang memudahkan para petualang menjelajahi taman nasional yang dijuluki Africa van Java ini. Akses menuju TN Baluran sangatlah mudah dengan adanya jalan raya lintas propinsi yang menghubungkan pulau Jawa dengan pulau Bali.

Berwisata Ke Kebun Teh Wonosari Malang

Berwisata Ke Kebun Teh Wonosari Malang

Kebun Teh Wonosari, Malang, Jawa Timur – Apa yang terpikir pertama kali mendengar kota Malang? Tentu apel Malang yang sudah tersohor. Namun, pernahkah Anda mendengar tentang destinasi wisata Kebun Teh Wonosari? Kebun penghasil daun teh dengan kualitas internasional. Tentu menarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang destinasi tersebut.

Terletak di kaku Gunung Arjuno, Kebun Teh Wonosari menyajikan hawa sejuk pegunungan sekaligus pemandangan gunung. Berdiri tahun 1910, kebun teh yang terletak 30 km dari Kota Malang begitu asri.

Kebun Teh Wonosari Malang

Hawa sejuk dan daun-daun teh yang hijau membentang sepanjang 1.144 hektar. Suasana yang menjadikan Kebun Teh Wonosari menjadi daerah favorit pariwisata hingga saat ini.

Pengunjung tidak hanya disuguhi pemandangan alam yang indah, tetapi juga fasilitas di tempat wisata ini. Bagi Anda yang ingin berkeliling kebun ini, Anda tidak perlu repot-repot berjalan kaki.

Pihak pengelola telah menyediakan kereta mini yang akan mengantarkan Anda melihat sekeliling kebun. Pemandian air hangat juga disediakan untuk menghangatkan badan para pengunjung.

Bagi Anda yang hobi dengan kegiatan luar ruangan, disediakan pula area outbond, flying fox, hingga kendaraan APV.

Tiket masuk pengunjung dipatok Rp8.000,- pada hari biasa dan Rp12.000,- pada hari minggu atau libur. Destinasi Kebun Teh Wonosari bisa dicapai dengan mobil atau motor. Perjalanan akan menempuh waktu 3 – 6 jam tergantung kemacetan. Anda bisa melewati jalur Pasar Lawang untuk sampai ke sana.

Anda ingin berwisata ala backpacker atau wisata keluarga, kebun teh Wonosari layak dicoba. Bersantailah menikmati dinginnya udara gunung.

Beristirahatlah di villa sambil menyeruput teh hangat di sore hari. Sebuah pengalaman mengesankan bersama alam di Kebun Teh Wonosari.

Lamang Tapai, Kuliner Hitam Putih Hits di Tanah Datar

Lamang Tapai, Kuliner Hitam Putih Hits di Tanah Datar

Kalau sempat menjalani bulan Ramadhan di Tanah Datar, jangan lupa pergi ke pasar menjelang buka di sore harinya. Nikmati keramaian pajangan babukoan (makanan berbuka) di sepanjang lorong-lorong pasar, disertai teriakan ramah para pedagang yang membujuk kita untuk membeli dagangan babukoannya, diperkaya dengan celetukan preman pasar yang meneriakkan lelucon-lelucon pendek yang berkaitan dengan suasana Ramadhan. Pokoknya heboh!

Salah satu makanan babukoan paling hits di Tanah Datar adalah lamang tapai. Kalau sedang bokek, buat saja lamang tapai yang rasanya selangit dan jual di pasar. Pasti langsung bikin tebel dompet!

Lamang Tapai

Lamang tapai adalah paduan dua jenis makanan, yaitu lamang, yang berwarna putih, dan tapai, yang berwarna hitam. Lamang adalah beras ketan putih yang dimasak dengan santan dan dibakar di dalam bambu muda.

Setelah beras dicuci, beras dimasukkan ke dalam ruas bambu muda yang bagian dalamnya sudah dilapisi daun pisang. Lalu santan dituang ke dalamnya dan dibakar. Tapai adalah tape beras ketan hitam yang dibuat dari fermentasi beras ketan dengan ragi.

Tapai kemudian disajikan di atas potongan lamang untuk kita konsumsi. Sensasi asam tapai dan rasa legit lamang bersatu dengan sempurna di mulut kita, paling nikmat dimakan setelah seharian berpuasa.

Tetapi makannya jangan banyak-banyak ya, berbuka secukupnya saja, biar tidak sasak angok (sesak nafas) dan kondisi tubuh cukup fit untuk dibawa shalat.

Ayo mampir ke Tanah Datar dan makan lamang tapai! Jangan lupa ngobrol dengan penjualnya saat membeli ya.

Biasanya, penjual lamang tapai adalah andeh-andeh (ibu-ibu) yang punya segudang cerita menarik tentang hidup mereka dan senang sekali maota (ngobrol)!

Berani Coba Nasi Kapau, Berani Tergila-gila Dengan Kelezatannya!

Berani Coba Nasi Kapau, Berani Tergila-gila Dengan Kelezatannya!

Jalan-jalan ke berbagai daerah di Sumatera Barat belum lengkap kalau belum pergi ke pasar tradisionalnya. Kalau mainnya ke pasar-pasar di daerah Agam, jangan sampai kelewatan makan nasi kapau dong! Nasi kapau adalah nasi rames khas dari Nagari Kapau di Kabupaten Agam.

Hati-hati! Sekali makan nasi kapau, bisa terbayang-bayang sampai esok harinya, dan esoknya lagi, dan esoknya lagi!

Nasi Kapau

Ada banyak perbedaan yang bisa kita alami saat makan di kedai nasi kapau dan rumah makan Padang biasa. Biasanya lauk-pauk di kedai nasi kapau diletakkan di dalam wadah-wadah besar yang disusun bertangga, lalu pemilik kedai duduk di tangga paling atas.

Saat ada yang memesan, lauk akan diambil dengan sendok panjang yang ujungnya terbuat dari tempurung kelapa dan ditaruh langsung ke atas nasi di hadapan pemesannya. Lucu deh. πŸ™‚

Selain itu, lauk di kedai nasi kapau dimasak dengan lebih banyak kelapa dibandingkan lauk di rumah makan Padang. Jadi lebih wangi, lebih gurih dan lebih enak! Kemudian semua lauk yang berjenis daging, seperti ayam, ikan, kikil dan sapi, biasanya dibakar terlebih dahulu sebelum dibuat jadi berbagai jenis masakan lainnya.

Rasa dagingnya jadi lebih berasa! Lalu bumbunya? Bumbu dari lauk-pauk nasi kapau umumnya tidak ditumis terlebih dahulu, jadi tidak terlalu banyak minyaknya.

Bagaimana dengan sayurnya? Di kedai nasi kapau, sayurnya disajikan selembar utuh, atau dipotong besar-besar, berbeda dengan sayur di rumah makan Padang yang dipotong kecil-kecil.

Biasanya, nasi kapau selalu disajikan dengan gulai cubadak/nangka yang tidak mengandung banyak santan dan tidak terlalu kental, serta dicampur dengan kacang panjang, kol, rebung, pakis, dan jengkol.

Tidak sempat jalan ke Agam? Jangan sedih. Kedai nasi kapau kini sudah banyak dibuka di berbagai tempat di Indonesia, salah satunya di kawasan Pasar Tanah Abang di Jakarta.

Silahkan bingung memilih antara gulai tunjang/urat kaki kerbau atau sapi, gulai cancang/tulang dan daging kerbau, gulai babek/babat, serta berbagai lauk khas nasi kapau lainnya, terutama yang paling populer, yaitu gulai tambunsu/usus, di mana campuran telur ayam dan tahu dimasukkan ke dalam usus sapi. Sudah ngiler?

Tabuik, Mengingat Kematian Dengan Kemeriahan, Mengingat Kematian Dengan Kemeriahan

Tabuik, Mengingat Kematian Dengan Kemeriahan, Mengingat Kematian Dengan Kemeriahan

Hari Asyura adalah hari kesepuluh di bulan Muharram yang menjadi hari penting bagi berbagai kalangan untuk alasan yang berbeda-beda.

Saat hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad memperhatikan bahwa pada hari Asyura, orang Yahudi di Madinah biasa berpuasa, diduga sebagai bagian dari perayaan Yom Kippur, hari yang dianggap paling suci di agama Yahudi. Nabi Muhammad lalu mengajak umat Muslim untuk ikut berpuasa di hari itu, untuk menghormati puasanya kaum Yahudi.

Bagi Muslim Sunni, Hari Asyura merupakan hari terjadinya banyak kejadian penting, di antaranya:

  • Diciptakannya Nabi Adam
  • Bertobatnya Nabi Adam
  • Berlabuhnya bahtera Nabi Nuh di bukit Judi
  • Diangkatnya Nabi Idris ke surga
  • Selamatnya Nabi Ibrahim dari api, saat ia dibakar Raja Babylon, Namrudz
  • Sembuhnya kebutaan Nabi Yakub dan bertemunya beliau dengan Nabi Yusuf
  • Selamatnya Nabi Musa dari pasukan Fir’aun saat menyeberangi Laut Merah
  • Suksesnya Nabi Sulaiman menguasai bumi dengan cakupan kerajaan tingkat dunia
  • Keluarnya Nabi Yunus dari perut paus
  • Diangkatnya Nabi Isa ke surga setelah usaha tentara Roma untuk menangkap dan menyalibnya gagal

Bagi Muslim Syi’ah, Hari Asyura merupakan hari peringatan kematian Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, di pertempuran Karbala yang terjadi di padang Karbala, yang kini menjadi bagian dari Negara Iraq.

Di Pariaman, Sumatera Barat, perayaan Hari Asyura mengacu kepada peringatan kematian Husain bin Ali. Perayaan ini mulai dilaksanakan warga setempat sejak tahun 1824, menjadi sebuah kegiatan tahunan yang tak pernah terlewatkan, bernama Festival Tabuik.

Tabuik

Kata Tabuik diambil dari Bahasa Arab, β€˜tabut’, yang berarti peti kayu. Konon, setelah Husain bin Ali wafat, kotak kayu berisikan jenazahnya diterbangkan ke langit oleh buraq, makhluk berwujud kuda bersayap dan berkepala manusia. Legenda ini menjadi latar belakang Festival Tabuik, di mana masyarakat Pariaman membuat tiruan buraq yang sedang mengusung peti mati di punggungnya.

Kabarnya, budaya Tabuik merupakan bawaan masyarakat keturunan India penganut Syiah yang bermukim di Pariaman. Ada dua macam Tabuik, yaitu Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang. Wilayah Pasa/pasar yang ada di sisi selatan sungai yang membelah Pariaman hingga ke tepi Pantai Gandoriah dipercaya sebagai asal mula tradisi Tabuik. Sementara Wilayah Subarang/seberang adalah wilayah di sisi utara sungai tersebut.

Rangkaian tradisi Tabuik terdiri dari beberapa tahapan ritual, yaitu:

Prosesi Mengambil Tanah pada tanggal 1 Muharram

Dilakukan petang hari oleh laki-laki berjubah putih, untuk melambangkan kejujuran Husain bin Ali, yang diantar arak-arakan dan dimeriahkan dengan gandang tasa. Tanah tersebut lalu dibawa ke daraga/rumah yang menjadi tempat mempersiapkan Tabuik, yang menjadi simbol kuburan Husain.

Prosesi Menebang Batang Pisang pada tanggal 5 Muharram

Menebang batang pisang sampai putus dalam sekali tebas, dilakukan seorang pria yang berpakaian silek/silat. Kegiatan ini adalah cerminan ketajaman pedang yang mengambil nyawa Husain bin Ali.

Prosesi Mataam pada tanggal 7 Muharram

Penghuni daraga/rumah tempat mempersiapkan Tabuik berjalan mengelilingi daraga sambil membawa peralatan ritual Tabuik seperti sorban, pedang Husain, dll, sambil menangis meratap, menandakan kesedihan akan kematian Husain.

Prosesi Maarak Panja pada tanggal 7 Muharram

Kegiatan membawa tiruan panja/jari-jari tangan Husain yang tercincang ke hadapan khalayak ramai, untuk memperlihatkan kekejaman perang di masa lalu. Prosesi ini dimeriahkan Tabuik berukuran kecil yang diletakkan di atas kepala seorang laki-laki sambil diiringi gandang tasa.

Prosesi Maarak Saroban pada tanggal 8 Muharram

Kegiatan membawa tiruan saroban/sorban yang menutup kepala Husain saat terbunuh di Perang Karbala. Prosesinya hampir sama dengan prosesi maarak panja.

Prosesi Tabuik Naiak Pangkek pada tanggal 10 Muharram dini hari

Dua bagian Tabuik yang telah disiapkan mulai disatukan menjadi Tabuik utuh. Seiring matahari terbit, Tabuik mulai diusung ke jalan.

Prosesi Hoyak Tabuik pada tanggal 10 Muharram

Dua Tabuik, yaitu Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang, diusung di sepanjang jalan di hadapan masyarakat luas, sebagai simbol dua pihak di Perang Karbala. Arak-arakan ini berlangsung seharian hingga ke pinggir pantai menjelang matahari terbenam.

Tabuik dibuang ke laut pada tanggal 10 Muharram menjelang Maghrib

Acara puncak Festival Tabuik, di mana kedua Tabuik diadu di Pantai Gondariah, seperti yang terjadi di Perang Karbala, lalu dibuang ke pantai, sebagai simbol dibuangnya seluruh perselisihan antara masyarakat, serta melambangkan terbangnya buraq yang membawa jasad Husain ke surga.

Kini, acara puncak Tabuik dilaksanakan antara tanggal 10-15 Muharram, disesuaikan dengan tanggal akhir pekan. Berminat untuk melihat keseruannya?

Titian Aka, Jembatan Akar Berusia 100 Tahun di Pesisir Selatan

Titian Aka, Jembatan Akar Berusia 100 Tahun di Pesisir Selatan

Semua hal bermula dari akar. Bagian tanaman yang selalu berkembang ini sangat kaya guna, memperkokoh tegaknya tumbuhan, menyerap dan mengangkut air serta unsur hara untuk makanan tumbuhan, serta menyimpan cadangan makanan dan menjadi alat bernafas untuk beberapa jenis tumbuhan.

Di kecamatan Bayang, Pesisir Selatan, ada dua pohon yang akarnya punya fungsi lebih dari yang sudah disebutkan tadi. Di atas Sungai Bayang yang mengalir di kecamatan ini, ada sebuah jembatan yang terbentuk dari jalinan akar dari dua pohon yang tumbuh berseberangan. Lidah Indonesia menyebut jembatan ini dengan nama Jembatan Akar.

Jembatan Akar

Masyarakat Minangkabau menyebutnya Titian Aka (arti literal: jembatan akar).

Tahun 2016, Titian Aka genap berusia 100 tahun sejak bisa digunakan. Jembatan ini mulai dibangun pada tahun 1890 dan baru dapat digunakan 26 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1916. Yang kerennya, semakin tua umur jembatan ini, semakin kuat ia menahan beban di atasnya! Mantap!

Titian Aka membentang sepanjang 25 meter dengan lebar 1,5 meter serta tinggi 10 meter dari bibir sungai, dan 100% dirajut oleh akar pohon, tanpa tambahan semen, pasir atau besi. Pemerintah setempat lalu menambahkan tali besi untuk mengangkat jembatan saat musim hujan, karena terkadang debit air Sungai Bayang naik menyentuh jembatan dan ditakutkan dapat merusak jembatannya.

Dua dusun yang dihubungkan oleh Titian Aka adalah Dusun Pulut-pulut dan Lubuk Silau. Konon, seorang berilmu tinggi di Dusun Pulut-pulut yang bernama Pakiah Sokan, atau yang biasa disapa dengan sebutan Angku Ketek, membangun jembatan itu bersama masyarakat setempat.

Sebabnya, jembatan bambu yang biasa mereka pakai sering hancur dan diseret air bah saat Sungai Bayang meluap. Kabarnya untuk Pakiah Sokan hal itu bukan masalah karena beliau bisa berjalan di atas air, tetapi tidak semua orang bisa seperti beliau. Akhirnya masyarakat beramai-ramai menjalinkan akar kedua pohon yang berseberangan di tepi Sungai Bayang, dipimpin oleh Pakiah Sokan.

Waktu berlalu, akar kedua pohon berjalin semakin kuat hingga membentuk Titian Aka yang bisa kita seberangi hari ini. Soal Angku Ketek bisa berjalan di atas air itu cerita setempat lho. Mau percaya atau tidak, silahkan menyimpulkan masing-masing saja. πŸ™‚

Mau lihat Titian Aka dan main air di tepi Sungai Bayang yang menyejukkan? Gampang. Naik saja mobil sewa atau angkutan umum dari Padang. Jaraknya sekitar satu jam/65-70 km.

Nanti kalau sudah sampai, jangan buang sampah sembarangan ya. Biar keindahan Titian Aka terus terjaga dan masyarakat setempat tidak perlu repot membersihkan sampah bekas kita berwisata. Sampai jumpa di Titian Aka!

Kebun Binatang Gembira Loka, baca Infonya disini

Kebun Binatang Gembira Loka, baca Infonya disini

Kebun binatang Gembira Loka , Yogyakarta – Kebun binatang yang dibelah oleh sungai Gajah Wong ini merupakan salah satu tempat wisata andalan di Yogyakarta. Dulu, kebun binatang ini disebut dengan kebon rojo (kebun raya) yang lahir atas ide Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, namun baru dapat diwujudkan pada masa Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Kebon rojo itu kini dikenal dengan nama Gembira Loka Zoo (GL Zoo) yang berarti tempat untuk bergembira.

Kebun binatang gembira loka

GL Zoo dengan luas sekitar 20 hektar menjanjikan pengalaman wisata yang mengasyikkan. Melangkah ke dalam kompleks GL Zoo, Anda langsung disambut Taman Gua Sarpa. Hawa sejuk pun langsung terasa.

Suasananya begitu teduh dengan pepohonan yang lebat dan rindang. Di taman ini tersedia sirkuit ATV untuk Anda yang ingin mencoba tantangan.

Di samping Taman Gua Sarpa terdapat museum yang memamerkan ragam satwa yang telah diawetkan dan ditempatkan dalam etalase kaca. Misalnya aneka serangga seperti kupu-kupu dengan beragam jenis dan warna yang bervariasi.

Puluhan jenis spesies flora menghiasi sudut-sudut kawasan wisata ini. Ditambah lagi dengan aliran sungai Gajah Wong yang membuat suasana GL Zoo terasa lebih alami.

Nah, ini yang paling Anda cari ketika mengunjungi GL Zoo, yaitu menjumpai aneka satwa liar dengan jumlah ratusan spesies.

Satwa-satwa liar tersebut keberadaannya perlu dilestarikan karena sebagian besar sudah hampir punah. Koleksi satwa GL Zoo di antaranya yaitu: gajah, buaya, simpanse, rusa tutul, zebra, kasuari, sapi Bali, kuda nil, kanguru, tapir, harimau, beruang madu, nilgai, lutung Jawa, dan lainnya. Tidak puas hanya melihat satwa saja, Anda dapat mencoba menaiki gajah atau onta.

Berwisata ke GL Zoo bukan melulu menyaksikan binatang dengan beragam tingkah polahnya. Banyak wahana permainan tersaji di GL Zoo yang menarik untuk dicoba. Wahana permainan ini cocok sekali buat anak-anak, misalnya wahana Kolam Tangkap.

Anak-anak dapat menangkap ikan-ikan yang berenang di kolam yang dangkal. Tidak cuma menangkap ikan, anak-anak dapat membawa hasil pulang tangkapannya. Selain itu, ada wahana Kolam Sentuh, Terapi Ikan, dan panggung yang menampilkan atraksi satwa terampil.

Di tengah kompleks GL Zoo terdapat danau buatan yang cukup luas, menggoda Anda untuk menjelajahinya. Ada beberapa perahu yang siap mengantarkan Anda mengelilingi danau buatan, misalnya perahu bernama Katamaran yang mampu menampung sekitar 40 penumpang.

Selain menaiki perahu Katamaran, Anda juga bisa mencoba perahu Banana Orca, perahu boat, perahu kayuh, sepeda air, perahu senggol, dan sekuter air.

Dari kejauhan tampak seperti kapal berdiri dengan megahnya di tengah danau buatan. Tapi Itu bukan kapal, melainkan bangunan yang bernama Mayang Tirta dan merupakan salah satu ikon GL Zoo. Beristirahat sejenak di kafe yang terdapat di Mayang Tirta sembari menikmati suasana GL Zoo tentunya sangat menarik.

Mayang Tirta ini juga dilengkapi dengan panggung dan peralatan sound system untuk menampilkan pertunjukan musik.

Bersantap Ikan Bilih Dikelilingi Cantiknya Danau Singkarak

Bersantap Ikan Bilih Dikelilingi Cantiknya Danau Singkarak

Makan ikan bilih di pinggir Danau Singkarak adalah salah satu wisata kuliner paling asyik yang bisa dilakukan di kawasan Sumatera Barat. Ikan bilih adalah ikan yang hanya bisa ditemukan di Danau Singkarak dan biasanya diburu masyarakat saat bertamasya untuk dimakan di tempat atau dibawa pulang.

Ikan yang rasanya gurih dan chewy ini paling enak kalau digoreng kering dan disantap bersama balado cabai yang pedasnya maknyus!

ikan bilih

Belakangan ini, muncul isu kalau ikan bilih mulai langka keberadaannya di Danau Singkarak. Mungkin ini pertanda buat Anak Nagari yang jago teknik budidaya ikan untuk pulang kampung dan mengaplikasikan ilmunya untuk melestarikan ikan bilih.

Keren lho bisa mempertahankan, atau memperbaiki perekonomian nelayan lokal!

Nah, makan ikan bilih itu paling seru kalau di pinggir Danau Singkarak, karena danau terluas kedua di pulau Sumatera ini memang nggak pakai ditawar cantiknya. Danau kawah yang luasnya 1000 hektar ini menyajikan pemandangan lansekap bukit dan gunung yang terbentang antara kabupaten Solok dan Tanah Datar.

Danau ini juga termasuk dalam lintasan Tour de Singkarak, kejuaraan balap sepeda resmi tahunan dari Persatuan Sepeda Internasional, yang juga bertujuan untuk memperkenalkan kecantikan lansekap Minangkabau kepada dunia.

Danau Singkarak hanya berjarak 70 km dari Kota Padang dan bisa dihampiri dengan mobil sewaan dari Bandara Internasional Minangkabau.

Tak jauh dari danau ini, tepatnya di sepanjang jalan Solok-Bukittinggi, di kota Ombilin serta kabupaten Tanah Datar, ada banyak pula hotel dan restoran untuk tempat istirahat para turis.

Mampir ke Danau Singkarak asyiknya juga diperkaya dengan obrolan-obrolan ringan dengan nelayan setempat. Mereka senang lho kalau diajak ngobrol, apalagi kalau diajak makan balado ikan bilih sambil lihat pemandangan.

Review Wisata Dieung Plateau Lengkap

Review Wisata Dieung Plateau Lengkap

Diyeng atau Dieng plateau sering juga disebut (Dataran Tinggi Dieng) terletak di Provinsi Jawa Tengah diantara dua kabupaten yaitu Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara dengan ketinggian 2093 m di atas permukaan laut. Dieng plateau merupakan titik tengah pulau Jawa dan sebagai peninggalan pusat peradaban Hindu tertua di pulau Jawa saat Sanjaya Dynasti berkuasa.

Jarak Dieng Plateau dengan pusat kota Wonosobo 26 km, atau dapat ditempuh sekitar 45 menit perjalanan dengan kendaraan umum.

Dieung Plateau

Dieng plateau terbentuk dari lempengan-lempengan Gunung api yang diperkirakan telah terjadi letusan dahsyat di masa lampau sehingga meninggalkan ratusan gugusan pegunungan cantik di kawasan dataran tinggi ini. Dieng Plateau di sebut-sebut sebagai surganya tanah Jawa karena keindahan alam yang tak terelakkan oleh siapa pun yang mendatanginya.

Ratusan telaga indah, kawah cantik bekas letusan gunung Dieng, Candi-candi peninggalan peradaban masa lampau, landscape dieng dan tempat terbaik untuk melihat matahari terbit yang sangat menawan dengan cahaya emasnya. Yang paling terkenal adalah golden sunrise di Sikunir, Gunug Prau, Gardu Pandang dan Sunrise di Pakuwojo Dieng.

Dieng terkenal sebagai tempat bersemayamnya para Dewa sehingga banyak sekali peninggalan peninggalan sejarah semacam candi masih berdiri tegak di sana. Khususnya candi candi yang beraliran Hindu, karena disinilah tempat peradaban Hindu pertamakali di tanah Jawa.

Komplek Candi Arjuna, Komplek Candi Setiaki, Kompek Candi Arjuna, Candi Dwarawati, Candi Bima dan masih banyak lagi candi candi yang masih terpendam disana yang menjadi saksi bisu bahwa Dieng Plateau merupakan bekas peradaban hindu terbesar masa lalu di tanah Jawa. Keindahan alam tertoreh di semua sudut Dieng Plateau khususnya di komplek Candi Dieng. Komplek Candi Dieng Plateau terletak tepat di titik tengah tengah yang di kelilingi perbukitan elok serasa membentengi Candi Candi Dieng tersebut.

dieng

Obyek Wisata Dieng

Dieng plateau menawarkan berbagai macam obyek wisata dan telah menjadi tujuan wisata utama di Jawa Tengah. Destinasi wisata Dieng Plateau di bagi menjadi dua zona yaitu zona 1 dan zona 2. Dieng plateau zona 1 merupakan destinasi wisata Dieng yang sering dikunjungi oleh para wisatawan karena lokasi dan jaraknya mudah dijangkau oleh siapapun (dalam radius +/- 1-3 km dari poros wisata Candi Dieng).

Obyek wisata Dieng plateau zona 1 adalah sebagai berikut, kawasan lembah Dieng, Gardu Pandang Tieng, Komplek Candi Dieng, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Telaga Pengilon Gua Dieng, Theater, museum dan air suci Tuk Bimalukar. Sedangkan obyek wisata Dieng dalam zona 2 meliputi : Sumur Jalatunda, Telaga Merdada, Kawah Sileri, Telaga Dringo dan Kawah Candradimuka.

Kuliner Khas Dieng

Selain wisata, Dieng Wonosobo menawarkan beraneka kuliner khas seperti : mie ongklok, carica, purwaceng, opak singkong, Tempe Kemul, Sagon dan Kacang Dieng.

mie ongklok
mie ongklok

Hawa udara yang dingin di Dieng membuat rasa dalam pengolahan berbeda dengan daerah lain, seperti mie ongklok misalnya disajikan pada saat panas. Juga Purwaceng yang diolah menjadi bahan minuman panas berenergi.

Event di Dieng

Rampak Yakso adalah tarian khas Dataran Tinggi Dieng yang kerap ditampilkan saat event dan hajatan besar di Dieng.

Berbagai upacara adat dan kesenian ditampilkan di Dieng, seperti Dieng Culture Festival yang diselenggarakan setiap setahun sekali dengan menampilkan ruwatan cukur rambut gembel (Secara unik sebagian anak-anak di Dataran Tinggi Dieng berambut gembel yang tumbuh secara alami, masyarakat setempat menghubungkan kejadian tersebut dengan legenda Kyai Kolodete sebagai pendiri Dieng).

tari lengger topeng

Kemudian tari rampak yakso dan tari lengger topeng yang digelar dalam hajatan-hajatan besar di Dieng.

Zona 1 Dieng

Zona 1 adalah kawasan obyek wisata Dieng dalam jarak 1-3 km dari poros Dieng. obyek wisata zona 1 rata-rata mudah dijangkau, baik kendaraan pribadi maupun bus 3/4. Obyek wisata yang masuk dalam zona 1 antara lain : Telaga Warna, Telaga Pengilon, Goa-goa alam, Kawah Sikidang, Candi Dieng, Dieng Plateau Theater, Tuk Bima Lukar dan Museum Kailasa. Sedangkan obyek wisata Dieng yang masuk dalam zona 1 perlu ditempuh dengan jalan kaki seperti Bukit Sidengkeng dan Batu Pandang.

Untuk mengunjungi obyek wisata Dieng zona 1 dibutuhkan waktu sehari, start dimulai pagi hari dan selesai sampai dengan sore hari. Obyek wisata zona 1 adalah sebuah tempat wisata yang paling favorit di Dieng, selain mudah dijangkau obyek wisata ditempat ini menawarkan pemandangan yang sangat indah, terutama kawasan Telaga Warna Dieng.

Gardu Pandang Tieng

Gardu Pandang Tieng adalah salah satu destinasi utama di Dataran Tinggi Dieng yang masuk zona 1, tepatnya di desa Tieng, kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Secara geografis Gardu Pandang Tieng berada di ketinggian 1789m di atas permukaan laut sehingga mempunyai udara cukup dingin.

Gardu Pandang Tieng

Hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dari arah kota Wonosobo kita dapat menjangkau menara pandang ini dan biasanya akan menjadi tujuan pertama saat ingin berwisata ke Dieng. Para wisatawan dapat menyaksikan lembah Dieng yang begitu luas Dari Gardu Pandang Tieng dengan area pertanian kentang dan rumah rumah perkampungan.

Gardu Pandang Tieng di kelilingi perbukitan dan pegunungan diantaranya adalah Gunung Perahu, Pegunungan Nganjir, Gunung Sindoro, Gunung Kembang dan di sebelah belakang menara pandang ini kita dapat melihat Gunung Pakuwojo dan bukit Sikunir.

Gardu Pandang Tieng pemandangan

Tidak hanya pemandangan alam saja yang akan kita saat berkunjung ke Gardu Pandang Tieng saat siang hari, dari tempat inilah kita juga dapat menyaksikan matahari terbit. Banyak para pelancong berburu sunrise di Gardu Pandang Tieng karena lokasinya yang sangat strategis tidak berjalan mendaki karena tempatnya terletak di pinggir jalan utama menuju Dieng. Bagi para wisatawan yang enggan berjalan jauh maupun mendaki Gardu Pandang Tieng merupakan pilihan yang tepat untuk berburu matahari terbit. Dari Gardu Pandang Tieng selain menyajikan alam pegunungan, kita dapat menyaksikan para petani pegunungan dieng bercocok tanam kentang terlihat di lereng pegunungan terasiring-terasiring pertanian kentang yang tertata rapi.

Gua Dieng

Gua Dieng adalah sebuah obyek wisata Dieng yang masuk dalam zona 1, lokasinya berada dikawasan Telaga Warna dan Telaga Pengilon Dieng. Hanya berjalan sekitar 200 meter dari masuk kawasan Telaga Warna Gua Gua alam Dieng ini dapat dijangkau. Jalan setapak yang sudah tertata rapi ini sehingga memudahkan para wisatawan saat berkunjung.

Sebelum memasuki deretan area Gua Dieng terlebih dahulu kita akan di sambut batu besar yang di sebut batu tulis. Dilihat dari kejauhan batu ini hamper mirip dengan tokoh pewayangan Jawa yaitu Semar. Makanya batu tulis ini sering di sebut Batu Semar karena kemiripannya dengan Tokoh Semar.

Dari arah Batu Semar/batu Tulis ada dua jalan menuju kearah gua. Jika kita melewati jalur kiri pertama yang akan dilihat adalah Gua Jaran. Tidak jauh dari Gua Jaran sekitar 7 meter tepat disebelah kanan disitulah Gua Sumur berada. Gua sumur ini merupakan satu-satunya gua yang mengandung mata air jernih yang masih di percaya kesakralannya oleh penduduk setempat. Gua sumur ini masih tertutup rapat dengan pintu jeruji besi agar terjaga kebersihannya. Jika menginginkan mata air dari Gua Sumur ini dapat juga mengundang Juru kunci untuk membukanya.

Sekitar 3 meter di sebelah Gua Sumur Gua pengantin atau sering di sebut Couple Cave juga terdapat disitu. Gua pengantin ini sangatlah simple hanya mempunyai lebar ruangan 1 m2. Siapapun boleh memasuki gua ini karena tidak berpintu.

Tepat diatas gua pengantin terdapat gua paling terkenal, yaitu Gua Semar. Gua semar letaknya lebih tinggi dari pada gua gua alam Dieng lainnya. Gua Semar merupakan gua yang paling luas di Dieg di banding Gua Pengantin, Gua Sumur maupun Gua Jaran.

Letak komplek gua ini memutar jadi para pengunjung tidak usah berbalik arah tinggal memutari area komplek gua yang terletak di antara Telaga Warna dan Telaga Pengilon para wisatawan bisa menjangkau semua gua-gua alam Dieng.

Telaga Warna Dieng

Bagi Anda yang berdomisili di Jawa, kurang lengkap rasanya jika pergi berlibur namun belum pernah menginjakkan kaki di Dataran Tinggi Dieng. Berlokasi di Kecamatan Kejajar Wonosobo, Dieng berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Obyek wisata di Dieng merupakan peninggalan budaya dan alam yang dikelola bersama oleh dua kabupaten, yakni Banjarnegara dan Wonosobo.

Salah satu obyek wisata terkenal di Dieng adalah Telaga Warna. Telaga ini merupakan salah satu destinasi wisata andalan.

telaga warna dieng

Bak harta karun yang tersembunyi, telaga ini terkepung rimbun semak dan pepohonan yang mengelilinginya sehingga baru bisa dilihat secara utuh setelah Anda memasukinya. Telaga Warna ini memiliki keunikan fenomena alam berupa sering berubahnya warna air dari telaga. Menurut mitos yang berkembang di Masyarakat Dieng, beragam warna yang muncul dipermukaan Telaga Warna diakibatkan cincin milik seorang bangsawan yang jatuh ke dasar telaga tersebut. Sedangkan menurut kajian ilmiah, warna-warni di permukaan telaga tersebut adalah akibat dari pemgbiasan cahaya oleh sinar matahari pada endapan belerang atau sulfur di dasar telaga. Warna yang dominan muncul dipermukaan Telaga Warna adalah warna hijau, putih kekuningan, serta warna biru laut.

Berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi oleh bukit-bukit tinggi menambah pesona keindahan alam sekitar telaga warna. Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Telaga Warna Dieng adalah pagi hari (jika bisa sebelum pukul 10.00 WIB) karena mulai siang pukul 11.00 WIB kabut tebal akan menutupi daerah sekitar telaga. Keberadaan Telaga Warna Dieng ini berguna bagi masyarakat sekitar sebagai sumber irigasi untuk mengairi tanaman kentang yang menjadi komoditas utama di kawasan ini.

Anda dapat menyusuri tepian telaga ini dan ada juga balkon kecil untuk duduk bersantai sambil menikmati udara dan keanekaragaman fenomena alam yang mengelilinginya. Selain itu, Anda juga bisa mendaki ke puncak bukit yang memagari telaga. Kondisi menuju bukit ini cukup sempit dan licin dan hanya bisa dilalui oleh satu orang saja. Di antara rimbunnya pepohonan, Anda bisa menyaksikan keindahan telaga berwarna-warni ungu cantik bergradasi dengan warna hijau di tengah dan hijau pucat di pusat telaga.

Pemandangan terbaik untuk menikmati keindahan Telaga Warna adalah dengan mengikuti jalur sebelah kiri hingga bertemu Kawah Sikidang, lanjutkan perjalanan melewati jalan setapak yang menyempit dan menanjak hingga sampai di atas bukit. Dari atas bukit samping Telaga Warna tersebut Anda bisa menyaksikan bentuk utuh telaga dari ketinggian. Keindahan alam Telaga Warna Dieng ini bisa Anda nikmati dengan membayar tiket masuk Rp 5.000,00 untuk hari biasa atau Rp 7.500,00 untuk akhir pekan per orang.

Fasilias kuliner di dalam kompleks wisata Telaga Warna Dieng belum tersedia. Jika Anda ingin pilihan kuliner lain, sebelum menuju Telaga Warna Dieng sempatkan mampir di sepanjang jalan. Di sana terdapat warung makan yang menjual bakso dan soto hangat untuk mengisi perut dan menghangatkan badan. Minuman khas penghangat badan yang terkenal di Dieng disebut purwaceng yang terdiri dari purwaceng kopi, susu, dan purwaceng akar.

Akses menuju ke telaga warna dapat ditempuh dari pusat Kota Wonosobo dengan menggunakan kendaraan umum dari terminal Kota Wonosobo dengan menempuh jarak sekitar 30 kilometer atau selama 45 menit hingga 1 jam. Jika ingin menggunakan kendaraan pribadi, pastikan kendaraan dalam keadaan baik karena medan jalan yang akan dilewati berliku dan menanjak, juga sisi kanan dan kiri jalan berbatasan langsung dengan jurang yang cukup dalam. Estimasi waktu perjalanan menuju kawasan wisata ini memakan waktu 4 jam dari Yogyakarta atau Semarang menggunakan kendaraan pribadi.