Browsed by
Category: Review Wisata

Mengenal Museum ANRI Lebih Jauh

Mengenal Museum ANRI Lebih Jauh

Museum ANRI – Bagaimana bila sebuah lembaga yang menyimpan ribuan dokumen penting negara membuat sebuah museum? Fantastis tentunya. Gambaran itulah yang muncul ketika berkunjung ke Museum ANRI.

ANRI adalah singkatan Arsip Negara Republik Indonesia. Lembaga ini adalah tujuan akhir setiap dokumen negara yang mengambil tempat dalam sejarah Indonesia. Gedung ANRI menyimpan berbagai macam dokumen, mulai dari surat negara hingga foto-foto bersejarah. Tidak hanya itu, film-film bersejarah pun juga menjadi bagian koleksi lembaga yang beralamat di Jalan Ampera, Jakarta Selatan.

Museum ANRI

Museum ANRI merupakan jawaban atas tantangan menghadirkan arsip dalam bentuk populer. Di dalamnya, Anda akan dibawa melintasi lini masa dari era perjuangan fisik hingga era reformasi. Sejarah disajikan dalam bentuk kekinian dari hall A hingga hall H. Di Hall B, misalnya, terdapat layar touchscreen yang memudahkan pengunjung mengakses profil pahlawan di Nusantara.

Di hall D, ada hal yang lebih menarik. Pengunjung bisa mendengar rekaman asli pembacaan naskah Proklamasi dengan menekan microphone pada diorama Soekarno-Hatta.

Gedung sarat sejarah ini dipenuhi berbagai dokumen menarik, dan beberapa bahkan kontroversial. Mulai dari foto hingga diorama, semuanya begitu memanjakan mata. Perencana gedung tampaknya benar-benar mempertimbangkan faktor kenyamanan mata pengunjung.

Hal tersebut terlihat dari pencahayaan dan penataan dokumen, foto, diorama, dan proyeksi film yang dibuat. Salah satu yang cukup kontroversial adalah hadirnya surat perintah sebelas maret dan beberapa dokumen reformasi yang ada di museum ini. Selain menghadirkan versi sudut pandang yang berbeda, hadirnya beberapa dokumen yang dahulunya dirahasiakan tersebut memancing dahi pengunjung untuk berkernyit seraya bertanya-tanya: apakah yang sebenarnya terjadi? Adakah peristiwa yang ditutupi?

Jam buka museum ANRI adalah dari jam 9.00 sampai 17.00. Museum ini buka setiap hari kerja. Untuk mengunjungi museum ini, pengunjung tidak dikenakan biaya apa pun alias gratis. Tidak ada persyaratan yang perlu dilakukan untuk mengakses semua fasilitas.

Namun, bila Anda menginginkan untuk datang secara rombongan, Anda perlu berkomunikasi dahulu dengan pihak pengelola museum. Selain tetap tidak dikenakan biaya, pengunjung rombongan bahkan bisa mendapatkan pemandu sejarah. Menarik bukan?

Bagi Anda yang ingin mengetahui lini masa sejarah Indonesia dalam bentuk menarik, museum ANRI adalah pilihan yang layak dipertimbangkan. Lokasinya yang tak jauh dari pusat kota, bisa diakses dengan cuma-cuma, dan fasilitas modern adalah beberapa daya tarik museum ini. Buktikan!

Tari Piriang, Ketika Petani Bersorak Gembira!

Tari Piriang, Ketika Petani Bersorak Gembira!

Selain menjadi nelayan, bekerja sebagai petani bisa menjadi pekerjaan sejatinya orang Indonesia. Bagaimana tidak, Indonesia adalah negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil, dan berdasarkan Protokol Nagoya yang berlaku sejak 12 Oktober 2014, tingginya keanekaragaman sumber daya alam hayati di Indonesia akan menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi berkelanjutan/green economy.

Di masyarakat Minangkabau, menjadi petani adalah akar. Di keempat jorong/desa kecil di Nagari Tuo Pariangan, daerah peradaban tertua di Minangkabau, hamparan sawah terbentang luas, menjadi sumber panganan rakyat dan modal perkembangan peradaban.

Sekitar abad ke-12 Masehi, saat sebagian besar masyarakat Minangkabau memeluk agama Hindu dan Budha, serta ada pula yang masih menganut kepercayaan animisme, lahirlah sebuah tarian persembahan untuk para dewa yang telah memberikan panen berlimpah sepanjang tahun. Namanya Tari Piriang, yang dalam Bahasa Indonesia berarti Tari Piring.

Tari Piriang

Setelah agama Islam masuk ke Sumatera Barat dan menjadi agama yang dianut mayoritas masyarakat, Tari Piriang berubah fungsi dari tari persembahan untuk dewa, menjadi sebuah bentuk hiburan saja. Gerakan Tari Piriang bisa dikelompokkan dalam dua macam, yaitu:

Gerakan yang terinspirasi dari pengaruh budaya Islam, yaitu Gerak Pasambahan, gerakan pembuka yang menyimbolkan rasa syukur kepada Allah SWT dan bentuk permohonan pada penonton untuk menyaksikan pertunjukan dengan baik.
Gerakan yang terinspirasi dari pergerakan para petani, seperti Gerak Mencangkul, Gerak Menyiang, Gerak Membuang Sampah, Gerak Menyemai, dll.

Gerakan-gerakan Tari Piriang ini betul-betul membawa penonton ke dalam suasana perayaan yang penuh suka cita, sampai penonton sering ikut tersenyum sepanjang pertunjukannya. Kerennya lagi, di pertunjukan Tari Piriang, para penarinya mempertunjukkan kemampuan berjalan di atas piring pecah tanpa luka segores pun.

Semangat gembira juga dibangun dengan kostum para penari yang biasanya berwarna merah, kuning dan emas mencolok, diperkaya dengan alunan musik talempong, rabab dan saluang yang tak kalah riangnya.

Tari Piriang ini bukan barang asing, karena sudah terkenal di Indonesia, sampai ke seluruh dunia. Setiap ada orang Minangkabau menikahkan anaknya dengan adat Minangkabau, biasanya tarian ini pun dipertontonkan.

Lalu inspirasi apa yang bisa didapatkan dari menonton Tari Piriang? Mungkin mengingatkan kita bahwa para petani seharusnya jadi salah satu masyarakat paling makmur dan paling riang di negara ini? Mungkin sudah saatnya kita pulang kampung dan mengembangkan pertanian Sumatera Barat sampai ke skala dunia?

Review Pantai Balekambang Di Malang

Review Pantai Balekambang Di Malang

Pantai Balekambang, Malang, Jawa Timur – Pantai selalu menjadi objek wisata yang menarik. Anda tentu tidak asing lagi dengan keindahan sebuah pantai. Ombak, pasir, dan cahaya matahari selalu menyajikan panorama yang menawan. Destinasi pantai yang bisa Anda coba adalah Pantai Balekambang di Malang.

Pemandangan Pantai Balekambang sekilas mengingatkan pada objek wisata Tanah Lot di Bali. Selain kontur pantai yang mirip, di Pantai Balekambang juga terdapat pura Hindu yang berdiri kokoh di atas sebuah batu karang.

Pantai Balekambang

Pada saat-saat tertentu, pura tersebut masih digunakan untuk beribadah. Warga setempat masih mengadakan upacara Surohan dan Jalanindha Puja di pura tersebut. Jadi, tidak perlu jauh-jauh ke Bali untuk merasakan sensasi liburan yang sama, bukan?

Pantai Balekambang dikelilingi tiga buah pulau yang menjadikan pantai menjadi eksotis. Ketiga pulau tersebut adalah Pulau Ismoyo, Pulau Anoman, dan Pulau Wisanggeni.

Nama ketiga pulau tersebut diambil dari nama tokoh-tokoh pewayangan. Suasana ketika matahari terbenam merupakan pemandangan yang tak terlupakan.

Berbagai fasilitas sudah tersedia di lokasi wisata. Penginapan hingga fasilitas flying fox bisa dinikmati para pelancong di pantai yang terletak sekitar 60 kilometer dari Kota Malang. Beberapa hotel besar juga terdapat di objek wisata ini. Selain itu, ada juga toko cenderamata dan tempat makan tradisional di tempat ini dengan harga bervariasi.

Anda bisa mendatangi pantai ini dengan kendaraan pribadi. Adapun jalur yang dilalui adalah dengan melalui Kecamatan Gondanglegi menuju ke Kecamatan Bantur, lalu dilanjutkan ke Desa Srigoco.

Alternatif jalan yang bisa digunakan adalah melalui Kecamatan Kepanjen, menuju Kecamatan Pagak, lalu belok ke kiri ke arah Kecamatan Bantur. Selamat melancong! (wisataloka.com)

Info Wisata Taman Nasional Baluran

Info Wisata Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran, Jawa Timur – Taman Nasional Baluran berada di kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, sebelah utara Banyuwangi dan berbatasan dengan Selat Madura dan Selat Bali. Yang unik dari TN Baluran, sekitar 40 persen dari kawasan ini merupakan padang rumput.

Boleh dibilang, TN Baluran mewakili jenis hutan di Indonesia. Beragam jenis hutan di TN Baluran, yaitu hutan pantai, hutan payau, hutan mangrove, padang rumput, hutan hujan pegunungan, padang lamun, hutan musim, dan terumbu karang.

Taman Nasional Baluran

Keberagaman jenis hutan inilah yang membuat TN Baluran begitu istimewa. TN Baluran terbagi menjadi empat zona, yaitu: zona inti, zona rimba, zona pemanfaatan intensif, dan zona pemanfaatan khusus. Aneka satwa liar menghuni kawasan TN Baluran seperti banteng Jawa (bos javanicus) yang juga merupakan ikon TN Baluran.

Selain itu, ada pula rusa, kerbau, babi hutan, anjing hutan, macan tutul, burung merak serta beberapa jenis tumbuhan seperti widoro bukol, mimba, salam, asam jawa.

Keindahan panorama alam bebas yang liar namun menawan ditawarkan TN Baluran, misalnya savana Bekol yang merupakan padang rumput terluas di pulau Jawa dan menjadi objek wisata andalan. Menjelajahi savana Bekol, Anda seperti dibawa ke alam liar Afrika. Gunung Baluran yang namanya dipakai sebagai nama taman nasional terdapat mata air yang tak pernah kering sepanjang tahun.

Di TN Baluran Anda juga dapat mengeksplorasi goa jepang dan deretan pantai, yaitu pantai Bama, pantai Bilik, dan pantai Sejile.

Banyak aktivitas yang dapat Anda lakukan di TN Baluran, misalnya tracking menyusuri hutan dan padang rumput, bersepeda di sekitar savana atau mendaki gunung Baluran.

Selain itu, di pantai Bama, pantai Sejiluk, dan pantai Bilik Anda bisa diving atau snorkeling, menyaksikan keindahan terumbu karang dan aneka biota laut. Bagi Anda pehobi fotografi, TN Baluran menyajikan beragam objek fotografi yang pastinya sangat menarik.

TN Baluran merupakan tempat yang mengasyikkan bagi pecinta alam dengan adanya tempat berkemah. Fasilitas lain yang dapat dimanfaatkan, yaitu menara pandang di mana Anda bisa melihat panorama savana, gunung, dan pantai sekaligus. Terdapat pula, pusat informasi, penginapan, tempat penyewaan kano dan alat snorkeling.

Di kawasan TN Baluran juga terdapat jalan aspal dan jalan trail yang memudahkan para petualang menjelajahi taman nasional yang dijuluki Africa van Java ini. Akses menuju TN Baluran sangatlah mudah dengan adanya jalan raya lintas propinsi yang menghubungkan pulau Jawa dengan pulau Bali.

Berwisata Ke Kebun Teh Wonosari Malang

Berwisata Ke Kebun Teh Wonosari Malang

Kebun Teh Wonosari, Malang, Jawa Timur – Apa yang terpikir pertama kali mendengar kota Malang? Tentu apel Malang yang sudah tersohor. Namun, pernahkah Anda mendengar tentang destinasi wisata Kebun Teh Wonosari? Kebun penghasil daun teh dengan kualitas internasional. Tentu menarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang destinasi tersebut.

Terletak di kaku Gunung Arjuno, Kebun Teh Wonosari menyajikan hawa sejuk pegunungan sekaligus pemandangan gunung. Berdiri tahun 1910, kebun teh yang terletak 30 km dari Kota Malang begitu asri.

Kebun Teh Wonosari Malang

Hawa sejuk dan daun-daun teh yang hijau membentang sepanjang 1.144 hektar. Suasana yang menjadikan Kebun Teh Wonosari menjadi daerah favorit pariwisata hingga saat ini.

Pengunjung tidak hanya disuguhi pemandangan alam yang indah, tetapi juga fasilitas di tempat wisata ini. Bagi Anda yang ingin berkeliling kebun ini, Anda tidak perlu repot-repot berjalan kaki.

Pihak pengelola telah menyediakan kereta mini yang akan mengantarkan Anda melihat sekeliling kebun. Pemandian air hangat juga disediakan untuk menghangatkan badan para pengunjung.

Bagi Anda yang hobi dengan kegiatan luar ruangan, disediakan pula area outbond, flying fox, hingga kendaraan APV.

Tiket masuk pengunjung dipatok Rp8.000,- pada hari biasa dan Rp12.000,- pada hari minggu atau libur. Destinasi Kebun Teh Wonosari bisa dicapai dengan mobil atau motor. Perjalanan akan menempuh waktu 3 – 6 jam tergantung kemacetan. Anda bisa melewati jalur Pasar Lawang untuk sampai ke sana.

Anda ingin berwisata ala backpacker atau wisata keluarga, kebun teh Wonosari layak dicoba. Bersantailah menikmati dinginnya udara gunung.

Beristirahatlah di villa sambil menyeruput teh hangat di sore hari. Sebuah pengalaman mengesankan bersama alam di Kebun Teh Wonosari.

Lamang Tapai, Kuliner Hitam Putih Hits di Tanah Datar

Lamang Tapai, Kuliner Hitam Putih Hits di Tanah Datar

Kalau sempat menjalani bulan Ramadhan di Tanah Datar, jangan lupa pergi ke pasar menjelang buka di sore harinya. Nikmati keramaian pajangan babukoan (makanan berbuka) di sepanjang lorong-lorong pasar, disertai teriakan ramah para pedagang yang membujuk kita untuk membeli dagangan babukoannya, diperkaya dengan celetukan preman pasar yang meneriakkan lelucon-lelucon pendek yang berkaitan dengan suasana Ramadhan. Pokoknya heboh!

Salah satu makanan babukoan paling hits di Tanah Datar adalah lamang tapai. Kalau sedang bokek, buat saja lamang tapai yang rasanya selangit dan jual di pasar. Pasti langsung bikin tebel dompet!

Lamang Tapai

Lamang tapai adalah paduan dua jenis makanan, yaitu lamang, yang berwarna putih, dan tapai, yang berwarna hitam. Lamang adalah beras ketan putih yang dimasak dengan santan dan dibakar di dalam bambu muda.

Setelah beras dicuci, beras dimasukkan ke dalam ruas bambu muda yang bagian dalamnya sudah dilapisi daun pisang. Lalu santan dituang ke dalamnya dan dibakar. Tapai adalah tape beras ketan hitam yang dibuat dari fermentasi beras ketan dengan ragi.

Tapai kemudian disajikan di atas potongan lamang untuk kita konsumsi. Sensasi asam tapai dan rasa legit lamang bersatu dengan sempurna di mulut kita, paling nikmat dimakan setelah seharian berpuasa.

Tetapi makannya jangan banyak-banyak ya, berbuka secukupnya saja, biar tidak sasak angok (sesak nafas) dan kondisi tubuh cukup fit untuk dibawa shalat.

Ayo mampir ke Tanah Datar dan makan lamang tapai! Jangan lupa ngobrol dengan penjualnya saat membeli ya.

Biasanya, penjual lamang tapai adalah andeh-andeh (ibu-ibu) yang punya segudang cerita menarik tentang hidup mereka dan senang sekali maota (ngobrol)!

Berani Coba Nasi Kapau, Berani Tergila-gila Dengan Kelezatannya!

Berani Coba Nasi Kapau, Berani Tergila-gila Dengan Kelezatannya!

Jalan-jalan ke berbagai daerah di Sumatera Barat belum lengkap kalau belum pergi ke pasar tradisionalnya. Kalau mainnya ke pasar-pasar di daerah Agam, jangan sampai kelewatan makan nasi kapau dong! Nasi kapau adalah nasi rames khas dari Nagari Kapau di Kabupaten Agam.

Hati-hati! Sekali makan nasi kapau, bisa terbayang-bayang sampai esok harinya, dan esoknya lagi, dan esoknya lagi!

Nasi Kapau

Ada banyak perbedaan yang bisa kita alami saat makan di kedai nasi kapau dan rumah makan Padang biasa. Biasanya lauk-pauk di kedai nasi kapau diletakkan di dalam wadah-wadah besar yang disusun bertangga, lalu pemilik kedai duduk di tangga paling atas.

Saat ada yang memesan, lauk akan diambil dengan sendok panjang yang ujungnya terbuat dari tempurung kelapa dan ditaruh langsung ke atas nasi di hadapan pemesannya. Lucu deh. 🙂

Selain itu, lauk di kedai nasi kapau dimasak dengan lebih banyak kelapa dibandingkan lauk di rumah makan Padang. Jadi lebih wangi, lebih gurih dan lebih enak! Kemudian semua lauk yang berjenis daging, seperti ayam, ikan, kikil dan sapi, biasanya dibakar terlebih dahulu sebelum dibuat jadi berbagai jenis masakan lainnya.

Rasa dagingnya jadi lebih berasa! Lalu bumbunya? Bumbu dari lauk-pauk nasi kapau umumnya tidak ditumis terlebih dahulu, jadi tidak terlalu banyak minyaknya.

Bagaimana dengan sayurnya? Di kedai nasi kapau, sayurnya disajikan selembar utuh, atau dipotong besar-besar, berbeda dengan sayur di rumah makan Padang yang dipotong kecil-kecil.

Biasanya, nasi kapau selalu disajikan dengan gulai cubadak/nangka yang tidak mengandung banyak santan dan tidak terlalu kental, serta dicampur dengan kacang panjang, kol, rebung, pakis, dan jengkol.

Tidak sempat jalan ke Agam? Jangan sedih. Kedai nasi kapau kini sudah banyak dibuka di berbagai tempat di Indonesia, salah satunya di kawasan Pasar Tanah Abang di Jakarta.

Silahkan bingung memilih antara gulai tunjang/urat kaki kerbau atau sapi, gulai cancang/tulang dan daging kerbau, gulai babek/babat, serta berbagai lauk khas nasi kapau lainnya, terutama yang paling populer, yaitu gulai tambunsu/usus, di mana campuran telur ayam dan tahu dimasukkan ke dalam usus sapi. Sudah ngiler?

Tabuik, Mengingat Kematian Dengan Kemeriahan, Mengingat Kematian Dengan Kemeriahan

Tabuik, Mengingat Kematian Dengan Kemeriahan, Mengingat Kematian Dengan Kemeriahan

Hari Asyura adalah hari kesepuluh di bulan Muharram yang menjadi hari penting bagi berbagai kalangan untuk alasan yang berbeda-beda.

Saat hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad memperhatikan bahwa pada hari Asyura, orang Yahudi di Madinah biasa berpuasa, diduga sebagai bagian dari perayaan Yom Kippur, hari yang dianggap paling suci di agama Yahudi. Nabi Muhammad lalu mengajak umat Muslim untuk ikut berpuasa di hari itu, untuk menghormati puasanya kaum Yahudi.

Bagi Muslim Sunni, Hari Asyura merupakan hari terjadinya banyak kejadian penting, di antaranya:

  • Diciptakannya Nabi Adam
  • Bertobatnya Nabi Adam
  • Berlabuhnya bahtera Nabi Nuh di bukit Judi
  • Diangkatnya Nabi Idris ke surga
  • Selamatnya Nabi Ibrahim dari api, saat ia dibakar Raja Babylon, Namrudz
  • Sembuhnya kebutaan Nabi Yakub dan bertemunya beliau dengan Nabi Yusuf
  • Selamatnya Nabi Musa dari pasukan Fir’aun saat menyeberangi Laut Merah
  • Suksesnya Nabi Sulaiman menguasai bumi dengan cakupan kerajaan tingkat dunia
  • Keluarnya Nabi Yunus dari perut paus
  • Diangkatnya Nabi Isa ke surga setelah usaha tentara Roma untuk menangkap dan menyalibnya gagal

Bagi Muslim Syi’ah, Hari Asyura merupakan hari peringatan kematian Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, di pertempuran Karbala yang terjadi di padang Karbala, yang kini menjadi bagian dari Negara Iraq.

Di Pariaman, Sumatera Barat, perayaan Hari Asyura mengacu kepada peringatan kematian Husain bin Ali. Perayaan ini mulai dilaksanakan warga setempat sejak tahun 1824, menjadi sebuah kegiatan tahunan yang tak pernah terlewatkan, bernama Festival Tabuik.

Tabuik

Kata Tabuik diambil dari Bahasa Arab, ‘tabut’, yang berarti peti kayu. Konon, setelah Husain bin Ali wafat, kotak kayu berisikan jenazahnya diterbangkan ke langit oleh buraq, makhluk berwujud kuda bersayap dan berkepala manusia. Legenda ini menjadi latar belakang Festival Tabuik, di mana masyarakat Pariaman membuat tiruan buraq yang sedang mengusung peti mati di punggungnya.

Kabarnya, budaya Tabuik merupakan bawaan masyarakat keturunan India penganut Syiah yang bermukim di Pariaman. Ada dua macam Tabuik, yaitu Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang. Wilayah Pasa/pasar yang ada di sisi selatan sungai yang membelah Pariaman hingga ke tepi Pantai Gandoriah dipercaya sebagai asal mula tradisi Tabuik. Sementara Wilayah Subarang/seberang adalah wilayah di sisi utara sungai tersebut.

Rangkaian tradisi Tabuik terdiri dari beberapa tahapan ritual, yaitu:

Prosesi Mengambil Tanah pada tanggal 1 Muharram

Dilakukan petang hari oleh laki-laki berjubah putih, untuk melambangkan kejujuran Husain bin Ali, yang diantar arak-arakan dan dimeriahkan dengan gandang tasa. Tanah tersebut lalu dibawa ke daraga/rumah yang menjadi tempat mempersiapkan Tabuik, yang menjadi simbol kuburan Husain.

Prosesi Menebang Batang Pisang pada tanggal 5 Muharram

Menebang batang pisang sampai putus dalam sekali tebas, dilakukan seorang pria yang berpakaian silek/silat. Kegiatan ini adalah cerminan ketajaman pedang yang mengambil nyawa Husain bin Ali.

Prosesi Mataam pada tanggal 7 Muharram

Penghuni daraga/rumah tempat mempersiapkan Tabuik berjalan mengelilingi daraga sambil membawa peralatan ritual Tabuik seperti sorban, pedang Husain, dll, sambil menangis meratap, menandakan kesedihan akan kematian Husain.

Prosesi Maarak Panja pada tanggal 7 Muharram

Kegiatan membawa tiruan panja/jari-jari tangan Husain yang tercincang ke hadapan khalayak ramai, untuk memperlihatkan kekejaman perang di masa lalu. Prosesi ini dimeriahkan Tabuik berukuran kecil yang diletakkan di atas kepala seorang laki-laki sambil diiringi gandang tasa.

Prosesi Maarak Saroban pada tanggal 8 Muharram

Kegiatan membawa tiruan saroban/sorban yang menutup kepala Husain saat terbunuh di Perang Karbala. Prosesinya hampir sama dengan prosesi maarak panja.

Prosesi Tabuik Naiak Pangkek pada tanggal 10 Muharram dini hari

Dua bagian Tabuik yang telah disiapkan mulai disatukan menjadi Tabuik utuh. Seiring matahari terbit, Tabuik mulai diusung ke jalan.

Prosesi Hoyak Tabuik pada tanggal 10 Muharram

Dua Tabuik, yaitu Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang, diusung di sepanjang jalan di hadapan masyarakat luas, sebagai simbol dua pihak di Perang Karbala. Arak-arakan ini berlangsung seharian hingga ke pinggir pantai menjelang matahari terbenam.

Tabuik dibuang ke laut pada tanggal 10 Muharram menjelang Maghrib

Acara puncak Festival Tabuik, di mana kedua Tabuik diadu di Pantai Gondariah, seperti yang terjadi di Perang Karbala, lalu dibuang ke pantai, sebagai simbol dibuangnya seluruh perselisihan antara masyarakat, serta melambangkan terbangnya buraq yang membawa jasad Husain ke surga.

Kini, acara puncak Tabuik dilaksanakan antara tanggal 10-15 Muharram, disesuaikan dengan tanggal akhir pekan. Berminat untuk melihat keseruannya?

Titian Aka, Jembatan Akar Berusia 100 Tahun di Pesisir Selatan

Titian Aka, Jembatan Akar Berusia 100 Tahun di Pesisir Selatan

Semua hal bermula dari akar. Bagian tanaman yang selalu berkembang ini sangat kaya guna, memperkokoh tegaknya tumbuhan, menyerap dan mengangkut air serta unsur hara untuk makanan tumbuhan, serta menyimpan cadangan makanan dan menjadi alat bernafas untuk beberapa jenis tumbuhan.

Di kecamatan Bayang, Pesisir Selatan, ada dua pohon yang akarnya punya fungsi lebih dari yang sudah disebutkan tadi. Di atas Sungai Bayang yang mengalir di kecamatan ini, ada sebuah jembatan yang terbentuk dari jalinan akar dari dua pohon yang tumbuh berseberangan. Lidah Indonesia menyebut jembatan ini dengan nama Jembatan Akar.

Jembatan Akar

Masyarakat Minangkabau menyebutnya Titian Aka (arti literal: jembatan akar).

Tahun 2016, Titian Aka genap berusia 100 tahun sejak bisa digunakan. Jembatan ini mulai dibangun pada tahun 1890 dan baru dapat digunakan 26 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1916. Yang kerennya, semakin tua umur jembatan ini, semakin kuat ia menahan beban di atasnya! Mantap!

Titian Aka membentang sepanjang 25 meter dengan lebar 1,5 meter serta tinggi 10 meter dari bibir sungai, dan 100% dirajut oleh akar pohon, tanpa tambahan semen, pasir atau besi. Pemerintah setempat lalu menambahkan tali besi untuk mengangkat jembatan saat musim hujan, karena terkadang debit air Sungai Bayang naik menyentuh jembatan dan ditakutkan dapat merusak jembatannya.

Dua dusun yang dihubungkan oleh Titian Aka adalah Dusun Pulut-pulut dan Lubuk Silau. Konon, seorang berilmu tinggi di Dusun Pulut-pulut yang bernama Pakiah Sokan, atau yang biasa disapa dengan sebutan Angku Ketek, membangun jembatan itu bersama masyarakat setempat.

Sebabnya, jembatan bambu yang biasa mereka pakai sering hancur dan diseret air bah saat Sungai Bayang meluap. Kabarnya untuk Pakiah Sokan hal itu bukan masalah karena beliau bisa berjalan di atas air, tetapi tidak semua orang bisa seperti beliau. Akhirnya masyarakat beramai-ramai menjalinkan akar kedua pohon yang berseberangan di tepi Sungai Bayang, dipimpin oleh Pakiah Sokan.

Waktu berlalu, akar kedua pohon berjalin semakin kuat hingga membentuk Titian Aka yang bisa kita seberangi hari ini. Soal Angku Ketek bisa berjalan di atas air itu cerita setempat lho. Mau percaya atau tidak, silahkan menyimpulkan masing-masing saja. 🙂

Mau lihat Titian Aka dan main air di tepi Sungai Bayang yang menyejukkan? Gampang. Naik saja mobil sewa atau angkutan umum dari Padang. Jaraknya sekitar satu jam/65-70 km.

Nanti kalau sudah sampai, jangan buang sampah sembarangan ya. Biar keindahan Titian Aka terus terjaga dan masyarakat setempat tidak perlu repot membersihkan sampah bekas kita berwisata. Sampai jumpa di Titian Aka!

Kebun Binatang Gembira Loka, baca Infonya disini

Kebun Binatang Gembira Loka, baca Infonya disini

Kebun binatang Gembira Loka , Yogyakarta – Kebun binatang yang dibelah oleh sungai Gajah Wong ini merupakan salah satu tempat wisata andalan di Yogyakarta. Dulu, kebun binatang ini disebut dengan kebon rojo (kebun raya) yang lahir atas ide Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, namun baru dapat diwujudkan pada masa Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Kebon rojo itu kini dikenal dengan nama Gembira Loka Zoo (GL Zoo) yang berarti tempat untuk bergembira.

Kebun binatang gembira loka

GL Zoo dengan luas sekitar 20 hektar menjanjikan pengalaman wisata yang mengasyikkan. Melangkah ke dalam kompleks GL Zoo, Anda langsung disambut Taman Gua Sarpa. Hawa sejuk pun langsung terasa.

Suasananya begitu teduh dengan pepohonan yang lebat dan rindang. Di taman ini tersedia sirkuit ATV untuk Anda yang ingin mencoba tantangan.

Di samping Taman Gua Sarpa terdapat museum yang memamerkan ragam satwa yang telah diawetkan dan ditempatkan dalam etalase kaca. Misalnya aneka serangga seperti kupu-kupu dengan beragam jenis dan warna yang bervariasi.

Puluhan jenis spesies flora menghiasi sudut-sudut kawasan wisata ini. Ditambah lagi dengan aliran sungai Gajah Wong yang membuat suasana GL Zoo terasa lebih alami.

Nah, ini yang paling Anda cari ketika mengunjungi GL Zoo, yaitu menjumpai aneka satwa liar dengan jumlah ratusan spesies.

Satwa-satwa liar tersebut keberadaannya perlu dilestarikan karena sebagian besar sudah hampir punah. Koleksi satwa GL Zoo di antaranya yaitu: gajah, buaya, simpanse, rusa tutul, zebra, kasuari, sapi Bali, kuda nil, kanguru, tapir, harimau, beruang madu, nilgai, lutung Jawa, dan lainnya. Tidak puas hanya melihat satwa saja, Anda dapat mencoba menaiki gajah atau onta.

Berwisata ke GL Zoo bukan melulu menyaksikan binatang dengan beragam tingkah polahnya. Banyak wahana permainan tersaji di GL Zoo yang menarik untuk dicoba. Wahana permainan ini cocok sekali buat anak-anak, misalnya wahana Kolam Tangkap.

Anak-anak dapat menangkap ikan-ikan yang berenang di kolam yang dangkal. Tidak cuma menangkap ikan, anak-anak dapat membawa hasil pulang tangkapannya. Selain itu, ada wahana Kolam Sentuh, Terapi Ikan, dan panggung yang menampilkan atraksi satwa terampil.

Di tengah kompleks GL Zoo terdapat danau buatan yang cukup luas, menggoda Anda untuk menjelajahinya. Ada beberapa perahu yang siap mengantarkan Anda mengelilingi danau buatan, misalnya perahu bernama Katamaran yang mampu menampung sekitar 40 penumpang.

Selain menaiki perahu Katamaran, Anda juga bisa mencoba perahu Banana Orca, perahu boat, perahu kayuh, sepeda air, perahu senggol, dan sekuter air.

Dari kejauhan tampak seperti kapal berdiri dengan megahnya di tengah danau buatan. Tapi Itu bukan kapal, melainkan bangunan yang bernama Mayang Tirta dan merupakan salah satu ikon GL Zoo. Beristirahat sejenak di kafe yang terdapat di Mayang Tirta sembari menikmati suasana GL Zoo tentunya sangat menarik.

Mayang Tirta ini juga dilengkapi dengan panggung dan peralatan sound system untuk menampilkan pertunjukan musik.