Istana Bung Hatta, Rumah Kelahiran Sang Bung Proklamator

Berbangga dari sejarah secara berlebihan itu tidak perlu. Kita tidak mau terjebak dalam romantisme yang tidak produktif. Bukan berarti belajar sejarah itu tidak penting. Kita tetap harus mengerti masa lalu kita, agar bisa menerima identitas diri kita sendiri dan melakukan sesuatu yang positif dan produktif di masa kini, untuk membangun hari esok yang lebih baik.

Salah satu cara belajar dari sejarah adalah dengan napak tilas ke tempat tokoh sejarah dilahirkan. Bukan hanya untuk foto-foto! Pasti di sana ada banyak cerita yang bisa menginspirasi kita untuk berkarya di hari ini.

Istana Bung Hatta

Kalau kita mampir ke Bukittinggi, suasana kental Bung Hatta terlihat kuat di mana-mana. Mulai dari Istana Bung Hatta yang terletak di seberang taman Jam Gadang Bukittinggi, Taman Monumen Bung Hatta yang ada di samping gedung Istana Bung Hatta, hingga Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta yang ada di Jalan Soekarno-Hatta No. 37.

READ  Berani Coba Nasi Kapau, Berani Tergila-gila Dengan Kelezatannya!

Museum rumah kelahiran Bung Hatta adalah rumah milik nenek Bung Hatta yang kini dikelola oleh Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Bukittinggi, terbuka untuk dikunjungi masyarakat setiap hari Senin-Minggu, pukul 08.00-16.00. Bung Hatta menghabiskan masa kecilnya di rumah ini, hingga ia berusia 11 tahun dan harus melanjutkan pendidikan di Meer Uitgebred Lager Onderwijs (MULO)/sekolah menengah di Padang.

Rumah ini telah direnovasi pada tahun 1995, tetapi tidak mengubah bentuk aslinya. Sebagian besar perabotan di dalam rumah masih asli dari peninggalan masa kecil Bung Hatta dan tata letak perabotan pun masih dipertahankan di tempat asalnya.

Terlihat jelas bahwa keluarga Bung Hatta adalah keluarga yang sangat berada pada masanya. Di bagian belakang rumah, terdapat istal kuda yang kini kosong, menandakan bahwa keluarga Bung Hatta mengoleksi beberapa kuda di zaman dulu.

READ  7 Pantai Terindah Di Kabupaten Garut

Tak jauh dari istal kuda, ada semacam garasi untuk koleksi bugi/bendi/delman milik keluarga yang sering digunakan Bung Hatta untuk pergi ke sekolah sewaktu kecil. Jika tidak naik bendi dengan diantar kusir, Bung Hatta akan naik sepeda untuk pergi ke sekolah. Sepeda itu masih terpajang dengan rapi di kamar yang ditinggali Bung Hatta semasa kecil.

Saat berjalan-jalan di belakang rumah, pengunjung museum dipersilahkan mengenakan sandal tangkelek/bakiak, untuk merasakan gaya hidup keluarga Bung Hatta dulu, yang memang mengenakan sandal itu ke mana-mana, termasuk untuk pergi ke masjid.

READ  Berwisata Ke Kebun Teh Wonosari Malang

Museum ini sangat komprehensif memajang dan menguraikan profil dan pemikiran Bung Hatta. Mulai dari kamar tempat Bung Hatta dilahirkan, kamar kakek dan mamak beliau, ranji keluarga/silsilah keluarga Bung Hatta dari pihak ibu dan bapak, hingga sekitar 6.000 buah buku bacaan Bung Hatta dan contoh pidato beliau yang dipajang di sana, serta puluhan koleksi foto dan lukisan Bung Hatta.

Kalau datang ke tempat ini hanya untuk lewat-lewat dan lihat-lihat, kurang seru! Paling asyik datang ke sini dengan ditemani pengurus museum atau penggila sejarah yang mengerti betul tentang Bung Hatta, jadi berkeliling museumnya sambil mendengar cerita!

Lain kali ke Bukittinggi jangan hanya belanja ya. Ayo mampir ke Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, dapatkan segudang inspirasi dari masa kecil beliau untuk berkarya!