Lamang Tapai, Kuliner Hitam Putih Hits di Tanah Datar

Lamang Tapai, Kuliner Hitam Putih Hits di Tanah Datar

Kalau sempat menjalani bulan Ramadhan di Tanah Datar, jangan lupa pergi ke pasar menjelang buka di sore harinya. Nikmati keramaian pajangan babukoan (makanan berbuka) di sepanjang lorong-lorong pasar, disertai teriakan ramah para pedagang yang membujuk kita untuk membeli dagangan babukoannya, diperkaya dengan celetukan preman pasar yang meneriakkan lelucon-lelucon pendek yang berkaitan dengan suasana Ramadhan. Pokoknya heboh!

Salah satu makanan babukoan paling hits di Tanah Datar adalah lamang tapai. Kalau sedang bokek, buat saja lamang tapai yang rasanya selangit dan jual di pasar. Pasti langsung bikin tebel dompet!

READ  Berlibur Ke Air Terjun Gitgit Di Buleleng Bali

Lamang Tapai

Lamang tapai adalah paduan dua jenis makanan, yaitu lamang, yang berwarna putih, dan tapai, yang berwarna hitam. Lamang adalah beras ketan putih yang dimasak dengan santan dan dibakar di dalam bambu muda.

Setelah beras dicuci, beras dimasukkan ke dalam ruas bambu muda yang bagian dalamnya sudah dilapisi daun pisang. Lalu santan dituang ke dalamnya dan dibakar. Tapai adalah tape beras ketan hitam yang dibuat dari fermentasi beras ketan dengan ragi.

Tapai kemudian disajikan di atas potongan lamang untuk kita konsumsi. Sensasi asam tapai dan rasa legit lamang bersatu dengan sempurna di mulut kita, paling nikmat dimakan setelah seharian berpuasa.

READ  Tips Liburan Ke Bandung Dari Jakarta

Tetapi makannya jangan banyak-banyak ya, berbuka secukupnya saja, biar tidak sasak angok (sesak nafas) dan kondisi tubuh cukup fit untuk dibawa shalat.

Ayo mampir ke Tanah Datar dan makan lamang tapai! Jangan lupa ngobrol dengan penjualnya saat membeli ya.

Biasanya, penjual lamang tapai adalah andeh-andeh (ibu-ibu) yang punya segudang cerita menarik tentang hidup mereka dan senang sekali maota (ngobrol)!

Comments are closed.