Berlibur Ke Lawang Sewu? Lihat Infonya Disini

Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah – Gedung berlantai tiga dan bergaya art deco di tengah kota Semarang ini dulunya merupakan kantor perusahaan kereta api milik Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS).

Kini gedung itu tetap berdiri kokoh, terlihat elegan, dan mampu melintasi waktu seakan tak goyah ditelan zaman. Lawang Sewu, demikian masyarakat setempat menyebutnya dan kini menjadi objek wisata sejarah yang paling terkenal di Semarang.

Lawang Sewu

Lawang Sewu berlokasi di Jalan Pemuda, berdekatan dengan Tugu Muda Semarang. Dalam bahasa Jawa ‘lawang’ berarti ‘pintu’ sedangkan ‘sewu’ berarti ‘seribu’. Memang, Lawang Sewu terdiri dari beberapa bangunan dengan pintu yang jumlahnya sangat banyak.

READ  Masjid Mahligai Minangkabau, Kekayaan Religi Kota Padang

Walau jumlah pintunya belum tentu mencapai ribuan, nama Lawang Sewu dianggap menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Selain pintu, jendela di Lawang Sewu pun tak kalah banyak dengan ukuran yang tinggi dan lebar, khas bangunan kolonial.

Dibangun pada tahun 1907, arsitektur Lawang Sewu terlihat indah dan berkesan unik dengan dua menara kembar di bagian depannya.

Pada zaman revolusi kemerdekaan, Lawang Sewu menjadi saksi bisu betapa hebatnya pertempuran antara pejuang Indonesia yang tergabung dalam Angkatan Muda Kereta Api dengan Kempetai dan Kidobutai di pihak Jepang. Peristiwa bersejarah itu kemudian dikenal dengan Pertempuran Lima Hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945).

READ  Makan Randang Lokan di Pesisir Selatan, Nikmat!

Setelah Indonesia merdeka, Lawang Sewu lalu digunakan oleh Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI), kini PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Selain itu, Kodam IV Diponegoro dan Kementrian Perhubungan Jawa Tengah juga pernah menggunakan Lawang Sewu sebagai kantor.

Bagi kebanyakan orang, Lawang Sewu dikenal angker dan menyeramkan. Namun, itu justru mengundang banyak orang yang merasa penasaran dan ingin membuktikan kebenarannya. Lawang Sewu memang menyimpan misteri yang merasuk dalam dinding, jendela, pintu, terowongan, dan setiap sudut bangunan.

Aura mistis sangat terasa ketika Anda menjejakkan kaki di Lawang Sewu terutama di lorong bawah tanah, mungkin saja Anda akan merinding dan detak jantung Anda berdegup lebih kencang.

READ  Kebun Raya Eka Karya Di Bedugul Bali

Waktu pendudukan Jepang, banyak tahanan yang dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah Lawang Sewu. Penjara yang berupa lorong bawah tanah yang gelap, lembap, dingin, dan mencekam itu seakan ikut menjerit, tak tahan melihat penyiksaan para tahanan oleh tentara Jepang.

Mereka para tahanan dipenjara, disiksa lalu dibantai secara sadis oleh tentara Jepang. Tak pelak, kejadian-kejadian tragis itu sepertinya membekas kuat dan tak mau beranjak meninggalkan Lawang Sewu.