Mengenal Yogyakarta; Berbagai Penamaan Yang Umum

Mengenal Yogyakarta; Berbagai Penamaan Yang Umum

Sudah gak asing lagi kita mendengar salah satu kota di Indonesia ini, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain keanekaragaman seni dan budayanya, salah satu Daerah Istimewa di Indonesia ini juga kaya akan obyek wisatanya. Ada berbagai macam Pantai yaitu PantaiParangtritis, Pantai Baron, Pantai Krakal, Pantai Siung, dan masih banyak lagi.

Selain itu juga banyak tempat wisata lain selain pantai diantaranya adalah Malioboro, Benteng Vandenbergh, Pemandian Taman Sari, Keraton Yogyakarta, Pasar Bringharjo,dan lain-lain. Selain menjadi Kota Pelajar, Jogjakarta juga sebagai Kota seni dan budaya.

Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya seniman-seniman yang berasal dari jogjakarta diantaranya Sheila On 7, Jikustik, Jadug Ferianto, Butet Kertarajasa, dan masih banyak lagi.

Yogyakarta

Naah..sebelum kita mengupas lebih dalam lagi tentang Jogjakarta alangkah baiknya kita kenal Jogja melalui Namanya terlebih dahulu. Banyak Sebutan untuk daerah Istimewa yang satu ini yaitu Yogyakarta. Orang-orang tua menyebut Ngayogyakarta, orang-orang Jawa Timur dan Jawa Tengah menyebut Yogja atau Yojo.

READ  Bersantap Ikan Bilih Dikelilingi Cantiknya Danau Singkarak

Disebut Jogja dalam slogan Jogja Never Ending Asia. Belakangan muncul sebutan baru, yaitu Djokdja. Sekilas memang membingungkan, namun menunjuk pada daerah yang sama. Lalu, bagaimana bisa kisahnya sampai nama kota ini bisa begitu bervariasi?

Paling tidak, ada 3 perkembangan yang bisa diuraikan. Nama Ngayogyakarta dipastikan muncul tahun 1755, ketika Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I mendirikan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kraton yang berdiri di Alas Bering itu merupakan wujud Perjanjian Giyanti yang dilakukan dengan Pakubuwono III dari Surakarta.

Tak jelas kapan mulai muncul penamaan Yogyakarta, apakah muncul karena pemenggalan dari nama Ngayogyakarta atau sebab lain. Namun, nama Yogyakarta secara resmi telah dipakai sejak awal kemerdekaan Indonesia.

READ  Pangek Pisang Solok & Solok Selatan, Jaminan Bikin Ketagihan

Ketika menjadi ibukota Indonesia pada tahun 1949, kota yang juga bergelar kota pelajar ini sudah disebut Yogyakarta. Sri sultan Hamengku Buwono IX juga menggunakan nama Yogyakarta ketika mengumumkan bahwa kerajaan ini merupakan bagian dari Republik Indonesia.

Berbagai penamaan muncul kemudian, seperti Yogja, Jogja, Jogya dan Yogya. Bisa dikatakan bahwa variasi nama itu muncul akibat pelafalan yang berbeda-beda antar orang dari berbagai daerah di Indonesia. Uniknya, hampir semua orang bisa memahami tempat yang ditunjuk meski cara pengucapannya berbeda.

Karena kepentingan bisnis, nama Jogja kemudian menguat dan digunakan dalam slogan Jogja Never Ending Asia. Slogan tersebut dibuat untuk membangun citra Yogyakarta sebagai kota wisata yang kaya akan pesona alam dan budaya. Alasan dipilih ‘Jogja’ adalah karena (diasumsikan) lebih mudah dilafalkan oleh banyak orang, termasuk para wisatawan asing. Sempat pula berbagai institusi mengganti Yogyakarta dengan Jogjakarta.

READ  Pantai Senggigi Lombok, Info Lengkap

Dengan berbagai lafal dan cara penulisannya, bisa dikatakan Yogyakarta merupakan daerah yang paling banyak memiliki variasi nama. Jakarta hanya memiliki satu (Jayakarta), sementara Bali tidak memilikinya sama sekali.

Kini anda tak perlu bingung lagi jika kebetulan ada orang yang menuliskan kota Yogyakarta seperti caranya melafalkan.

Jika mencari tahu tentang seluk beluk kota ini di internet, nama Yogyakarta merupakan yang paling tepat sebab merupakan nama yang paling umum digunakan dalam bahasa tulisan. Alternatif lainnya, anda bisa menggunakan nama Yogyakarta, nama kedua yang paling sering digunakan.

Comments are closed.