Saribu Rumah Gadang Menakjubkan di Solok Selatan

Saribu Rumah Gadang Menakjubkan di Solok Selatan

Siapa yang tidak tahu Rumah Gadang, rumah tradisi Minangkabau yang atapnya bergonjong seperti tanduk kerbau? Kalau tidak tahu, ya ini saatnya untuk tahu! 🙂

Dulu, Rumah Gadang punya banyak sekali fungsi di tengah masyarakat Minangkabau, tempat tinggal keluarga besar, tempat diskusi para pemangku adat dan pelayan rakyat, tempat tinggal sementara para pengembara yang lewat, dll.

Kini, di berbagai daerah di Sumatera Barat, ada banyak Rumah Gadang yang masih dipertahankan masyarakat setempat.

Saribu Rumah Gadang

Di Kabupaten Solok Selatan, ada sebuah objek wisata yang wajib dikunjungi, yaitu Kawasan Saribu Rumah Gadang. Kawasan ini terletak di Jorong Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu. Sekitar 160 km atau 4 jam dari Kota Padang, kita bisa menaiki kendaraan roda empat untuk sampai di kawasan ini.

Sampai di sana, tidak perlu bayar tiket masuk! Kawasan Saribu Rumah Gadang terbuka gratis untuk semua pengunjung.

Apa yang menarik dari kawasan ini? Bayangkan jejeran Rumah Gadang dengan berbagai corak dan ukiran yang menarik di sepanjang jalan di daerah Koto Baru, menyapa kita dengan kemegahan yang mengagumkan.

Kawasan ini juga menjadi salah satu lokasi syuting film nasional, “Di Bawah Lindungan Ka’bah”. Jangan lupa berfoto untuk di-upload ke media sosial dong!

 

Cuma itu? Tentu saja tidak! Masuki jalan-jalan setapaknya, di mana kompleks perumahan juga dipenuhi dengan berbagai Rumah Gadang. Ketuk pintu penduduk dan sapa mereka. Di sana, kita bisa menemukan berbagai cerita yang penuh inspirasi tentang sejarah daerah tersebut, serta mengapa penduduk setempat memutuskan untuk melestarikan keberadaan Rumah Gadang di sana.

Ditambah lagi, kita pasti juga akan diajak makan sampai kenyang sama mereka! Yakin deh, petualangan bercengkerama dengan penduduk lokal di dalam Rumah Gadang akan jadi pengalaman yang tidak mudah dilupakan!

Wisata Pantai Wediombo Yogyakarta

Wisata Pantai Wediombo Yogyakarta

Pantai Wediombo, Gunungkidul, Yogyakarta – Laut biru dengan hamparan pasir putih dan pepohonan hijau yang rindang, itulah hal pertama ketika Anda menginjakkan kaki di pantai Wediombo. Suasana pantai Wediombo begitu tenang dan masih alami, beda dengan pantai lain di Gunungkidul yang ramai dikunjungi orang.

Pantai Wediombo terletak di ujung timur Yogyakarta, tepatnya di desa Jepitu, Girisubo, Gunungkidul, Yogyakarta.

Pantai Wediombo

Wedi ombo berasal dari bahasa Jawa yang berarti pasir yang luas. Pasir pantai Wediombo mungkin tidak seluas yang Anda bayangkan karena pantai ini berupa teluk yang dikelilingi bukit karang hijau di sampingnya. Tapi itu tidak menjadi persoalan, pantai Wediombo tetap menampilkan kharismanya, yaitu pantai berpasir putih dengan panorama yang masih alami.

Sebelum sampai di pantai Wediombo, dari atas bukit Anda sudah bisa menyaksikan laut biru yang membentang hingga cakrawala.

Ya, pantai Wediombo letaknya memang lebih rendah daripada daratan di sekitarnya. Jadi, untuk sampai di bibir pantai, ada puluhan anak tangga yang harus Anda lalui. Di pantai Wediombo Anda takkan merasa kepanasan karena banyak pepohonan rindang yang berbaris di bibir pantai, menanti Anda untuk berteduh.

Selain keindahan alam, pantai Wediombo juga menyimpan kekayaan berupa hasil laut, menarik para nelayan untuk menghampirinya.

Pantai Wediombo menjadi salah satu tempat favorit para nelayan karena banyak hasil laut yang bisa didapat, seperti ikan kakap, tenggiri, cucut, kerapu. Para nelayan biasa memancing dari atas bukit di sekitar pantai Wediombo.

Pantai Wediombo dapat dicapai menggunakan kendaraan pribadi dengan waktu sekitar 3 jam perjalanan dari kota Yogyakarta.

Menemukan pantai Wediombo tidaklah sulit karena sudah tersedia papan petunjuk jalan. Arah yang Anda ambil yaitu menuju kota Wonosari, setelah itu Anda bisa mengikuti petunjuk arah menuju pantai Wediombo.

Liburan Ke Danau Toba? Lihat Infonya Disini

Liburan Ke Danau Toba? Lihat Infonya Disini

Danau Toba, Sumatera Utara – Danau Toba menarik wisatawan karena menyimpan banyak keistimewaan yang terletak di deretan pegunungan Bukit Barisan, Propinsi Sumatera Utara, Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, danau Toba juga yang terbesar di Asia Tenggara.

Di tengahnya terdapat pulau vulkanik bernama pulau Samosir yang mempunyai ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Di samping menawarkan keindahan alam semata, danau Toba juga mempunyai legenda dan dipercaya mempunyai nilai magis oleh masyarakat sekitar.

Danau Toba

Menurut sejarah, danau Toba muncul akibat adanya erupsi besar ribuan tahun yang lalu, memuntahkan material dan abu vulkanik. Abunya mengelilingi lapisan atmosfir bumi selama beberapa tahun dan mengubah iklim bumi saat itu.

Beberapa ribu tahun kemudian setelah erupsi pertama, terjadilah erupsi kedua menciptakan gunung yang kedua di dalam kaldera. Puncak gunung tersebut kolaps membentuk pulau Samosir, sementara kawah dari erupsi yang pertama terisi oleh air, membentuk danau yang kemudian dinamakan danau Toba.

Keistimewaan lain danau Toba, yaitu suasana alam di sekitar danau yang dikelilingi perbukitan dengan hutan pinus, menghadirkan pemandangan yang menawan dan suasana pegunungan yang alami, tegar, dan menyegarkan.

Sambil menikmati kesejukan udara pegunungan, pengunjung dapat berenang, mendaki gunung atau menyewa perahu motor mengelilingi danau. Di sore hari, pemandangan lebih menenangkan dan indah dengan munculnya cahaya matahari terbenam.

Selain danau, terdapat pula air terjun di pinggir dan pemandian air belerang di sekitar danau Toba Tidak hanya danau Toba, Anda pun dapat mengunjungi danau lain yang terletak di pulau Samosir, yaitu danau Sidihoni dan danau Aek Natonang yang dijulik ‘danau di atas danau’.

Untuk menuju pulau Samosir, wisatawan dapat menggunakan perahu feri dari Parapat, atau dengan jalan darat lewat jembatan Tano Ponggol di Panguruan, Kabupaten Samosir. Di pulau ini, Anda dapat mempelajari kebudayaan Batak Toba karena terdapat bekas-bekas peninggalan zaman purbakala, yaitu kuburan batu dan desa-desa tradisional.

Beberapa tempat di sekitar danau Toba yang dapat Anda kunjungi, salah satunya yaitu Balige yang merupakan kecamatan sekaligus ibukota kabupaten Toba Samosir. Di Balige Anda dapat menikmati keindahan danau Toba dari bukit Pahoda.

Pasar Tradisional Balige adalah destinasi pilihan bagi Anda yang ingin mencari oleh-oleh seperti kain ulos. Tempat lain adalah Parapatan, di mana Anda dapat mencari cinderamata seperti aksesori khas Batak.

Danau Toba menjadi salah satu pusat wisata dunia dengan diadakannya Festival Danau Toba yang mengangkat budaya lokal seperti acara sulang-sulang hariapan, karnaval boneka sigale gale, lomba perahu dayung tradisional, dan lainnya.

5 Tempat Belanja Murah Di Solo yang harus dikunjungi

5 Tempat Belanja Murah Di Solo yang harus dikunjungi

Kalau sedang berwisata ke solo dan ingin belanja murah di solo, ini dia beberapa pusat belanja. Kota Solo menawarkan begitu banyak daya tarik wisata belanja terutama fashion tradisional yang tidak ketinggalan trend.

Belanja Murah di Pasar Klewer Solo

Solo merupakan kota batik,banyak di temui penjual batik di beberapa sudut Kota Solo. Sentral perdagangan batik di Kota Solo berada di Pasar Klewer. Selain itu di kecamatan Laweyan juga terdapat Kampung Batik Laweyan.

Jangan sampai terlewatkan apabila anda berkunjung di Kota Solo untuk berbelanja di Pasar Klewer yang berada di jalan Dr. Rajiman Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Anda dapat berjalan kaki menuju Pasar Klewer yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Keraton Surakarta.

Di tempat ini terdapat pusat tekstil dan batik terbesar di Kota Solo dan sekitarnya bahkan sangat terkenal di seluruh Indonesia. Selain warga asli solo, ada juga orang keturunan Arab dan India Muslim yang menjadi penjualnya. Di antara lorong-lorong pasar terdapat beragam baju batik, katun tenun, sutra, dan banyak jenis yang lainnya.

Belanja Murah di Pasar Triwindu Solo

Pasar Triwindu adalah pasar loak barang antik yang sangat ramai. Semua barang antik dapat ditemukan di sini dari topeng tua, wayang, alat musik dan koin.

Bahkan apabila Anda tidak ingin berbelanja, pasar ini dapat anda jadikan sebagai object wisata unik. Beragam barang antik dan unik dapat memanjakan mata anda.

Belanja Murah di Pasar Gede Solo

Pasar Gede adalah pasar utama di Kota Solo. Pada zaman kolonial Belanda, Pasar Gede awalnya merupakan sebuah pasar kecil yang didirikan di area seluas 10.421 hektare, berlokasi di persimpangan jalan dari kantor gubernur yang sekarang berubah fungsi menjadi Balaikota Surakarta. Bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda bernama Ir. Thomas Karsten. Bangunan pasar dapat diselesaikan pembangunannya pada tahun 1930 .

Pasar Gede Solo

Pasar ini diberi nama pasar gedhé atau “pasar besar” karena terdiri dari atap yang besar. Seiring dengan perkembangan waktu, pasar ini menjadi pasar terbesar dan termegah di Kota Solo. Terdapat dua bangunan di pasar gede yang terpisahkan jalan yang sekarang disebut sebagai Jalan Sudirman. Masing-masing dari kedua bangunan ini terdiri dari dua lantai. Di bangunan utama terlihat pintu gerbang seperti atap singgasana yang kemudian diberi nama Pasar Gedhé dalam bahasa Jawa. Berbagai kebutuhan sehari-hari dapat anda temukan disini. Bangunan pasar yang unik dan bersejarah menarik banyak wisatawan yang berkunjung di pasar ini.

Belanja Murah di Beteng Trade Center (BTC) Solo

Beteng Trade Center (BTC) merupakan pusat bisnis, grosir dan perdagangan dengan luas bangunan 21.000 m2 (terdiri dari tiga lantai). BTC dapat menampung kurang lebih 1.600 pedagang yang terdiri dari Shops, Open Shops, Offices, Exhibition Hall, Foodcourt dan tempat parkir dengan kapasitas kurang lebihnya 1.000 mobil dan sepeda motor. Adapun fasilitas yang disediakan antara lain adalah Instalasi Telepon dan Listrik, AC Central, Ventilasi dan Penerangan yang baik, Promotion Area, Eskalator, ATM, Toilet, lebih dari 50 kamera CCTV yang tersebar di seluruh area serta Service Keamanan 24 jam.

Berbagai jenis kebutuhan sandang dapat ditemukan di sini. seperti batik, pakaian jadi, sepatu dan tas, BTC merupakan pusat belanja grosir dan eceran terlengkap dan terbesar setelah pasar klewer di Kota Solo dan sekitarnya.

BTC terletak di Jl. Mayor Sunaryo Solo, Jawa Tengah Berada di berbatasan komplek Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang sangat mudah di jangkau dari berbagai penjuru. Dengan letak yang strategis, BTC menjadi tujuan obyek wisata para turis domestik maupun mancanegara.

Kota Solo adalah salah satu tujuan wisata dan belanja, yang menjadikan pangsa pasar BTC cukup luas yaitu meliputi seluruh penduduk berbagai kota di Jawa Tengah pada khususnya dan kota- kota lain di Indonesia pada umumnya.

Belanja Murah di Pasar Depok Solo

Bagi anda pecinta peliharaan hewan, Ada juga pasar hewan di Pasar Depok, anda dapat menemukan berbagai macam peliharaan yang di jual di tempat ini, seperti burung, kucing, anjing, ikan dan lain-lain.

Pasar ini berada kurang lebih 500 meter di utara Stadion Manahan Solo.

Berlibur Ke Lawang Sewu? Lihat Infonya Disini

Berlibur Ke Lawang Sewu? Lihat Infonya Disini

Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah – Gedung berlantai tiga dan bergaya art deco di tengah kota Semarang ini dulunya merupakan kantor perusahaan kereta api milik Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS).

Kini gedung itu tetap berdiri kokoh, terlihat elegan, dan mampu melintasi waktu seakan tak goyah ditelan zaman. Lawang Sewu, demikian masyarakat setempat menyebutnya dan kini menjadi objek wisata sejarah yang paling terkenal di Semarang.

Lawang Sewu

Lawang Sewu berlokasi di Jalan Pemuda, berdekatan dengan Tugu Muda Semarang. Dalam bahasa Jawa ‘lawang’ berarti ‘pintu’ sedangkan ‘sewu’ berarti ‘seribu’. Memang, Lawang Sewu terdiri dari beberapa bangunan dengan pintu yang jumlahnya sangat banyak.

Walau jumlah pintunya belum tentu mencapai ribuan, nama Lawang Sewu dianggap menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Selain pintu, jendela di Lawang Sewu pun tak kalah banyak dengan ukuran yang tinggi dan lebar, khas bangunan kolonial.

Dibangun pada tahun 1907, arsitektur Lawang Sewu terlihat indah dan berkesan unik dengan dua menara kembar di bagian depannya.

Pada zaman revolusi kemerdekaan, Lawang Sewu menjadi saksi bisu betapa hebatnya pertempuran antara pejuang Indonesia yang tergabung dalam Angkatan Muda Kereta Api dengan Kempetai dan Kidobutai di pihak Jepang. Peristiwa bersejarah itu kemudian dikenal dengan Pertempuran Lima Hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945).

Setelah Indonesia merdeka, Lawang Sewu lalu digunakan oleh Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI), kini PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Selain itu, Kodam IV Diponegoro dan Kementrian Perhubungan Jawa Tengah juga pernah menggunakan Lawang Sewu sebagai kantor.

Bagi kebanyakan orang, Lawang Sewu dikenal angker dan menyeramkan. Namun, itu justru mengundang banyak orang yang merasa penasaran dan ingin membuktikan kebenarannya. Lawang Sewu memang menyimpan misteri yang merasuk dalam dinding, jendela, pintu, terowongan, dan setiap sudut bangunan.

Aura mistis sangat terasa ketika Anda menjejakkan kaki di Lawang Sewu terutama di lorong bawah tanah, mungkin saja Anda akan merinding dan detak jantung Anda berdegup lebih kencang.

Waktu pendudukan Jepang, banyak tahanan yang dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah Lawang Sewu. Penjara yang berupa lorong bawah tanah yang gelap, lembap, dingin, dan mencekam itu seakan ikut menjerit, tak tahan melihat penyiksaan para tahanan oleh tentara Jepang.

Mereka para tahanan dipenjara, disiksa lalu dibantai secara sadis oleh tentara Jepang. Tak pelak, kejadian-kejadian tragis itu sepertinya membekas kuat dan tak mau beranjak meninggalkan Lawang Sewu.

Lembah Harau, Pemandangan Mengagumkan, Petualangan Menantang!

Lembah Harau, Pemandangan Mengagumkan, Petualangan Menantang!

Ingat gaya Tom Cruise saat berlaga rock climbing di film Mission Impossible II? Sepertinya beliau memang suka melakukan berbagai stunt berbahaya dan olahraga ekstrim lainnya. Mungkin ada yang harus menghubungi Mr. Cruise dan menginformasikan tentang Lembah Harau kepada beliau!

Lembah Harau adalah lembah luar biasa cantik yang ada di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Lembah ini terletak sekitar 138 km dari Padang, 47 km dari Bukittinggi dan 18 km dari Kota Payakumbuh.

Lembah Harau

Kalau ingin ke sana, bisa naik transportasi umum seperti bis atau mobil travel, tetapi paling seru kalau sewa mobil atau sepeda motor sendiri! Biar lebih puas!

Begitu sampai di Lembah Harau, kita akan disapa dengan kemegahan batu granit terjal berwarna-warni dengan ketinggian 100 sampai 500 meter. Menurut tim geologi asal Jerman yang mengadakan survey di tahun 1980, jenis bebatuan di daerah ini identik dengan yang ditemukan di dasar laut berupa batuan breksi dan konglomerat.

Legenda masyarakat sekitar pun menceritakan bahwa daerah ini dulunya merupakan lautan. Bayangkan tebing tinggi yang terbentang seluas 669 hektar dengan begitu megahnya! Sampai membuat kita sulit berkata-kata!

Di kawasan Harau, terdapat empat air terjun yang semakin membuat kita ingin lama-lama menghabiskan waktu di sana. Keempat air terjun itu adalah:

Sarasah Aie Luluih, secara bahasa aie luluih berarti air luluh, karena di air terjun ini, air mengaliri dinding batu hingga ke kolam mandi alami yang ada di bawahnya. Kepercayaan masyarakat setempat mengatakan bahwa mandi atau membasuh wajah di sarasah ini dapat membuat kita terlihat cantik, awet muda dan bebas jerawat. Mau coba?

Sarasah Bunta, secara bahasa bunta berarti berunta, karena di air terjun ini, air berunta-unta indah sehingga saat terpancar sinar matahari, terlihat seperti bidadari yang sedang mandi.

Sarasah Murai, kata murai diambil dari burung murai, karena di air terjun ini, burung murai sering bertandang untuk mandi. Kepercayaan masyarakat setempat mengatakan bahwa mandi sambil berdoa di sarasah ini dapat membuat kita cepat mendapat jodoh.

Sarasah Aie Angek, secara bahasa aie angek berarti air hangat, karena di air terjun ini airnya lebih panas dibandingkan yang lainnya.

Selain jadi tempat wisata, daerah Harau juga kerap dikunjung petualang dan pencinta olahraga ekstrim, yang menantang dirinya sendiri untuk memanjat tebing Harau.

Tidak sedikit pemanjat tebing lokal, regional dan internasional yang kembali lagi berulang kali, karena merasa belum khatam menaklukkan tebing Harau yang kecuramannya mencapai 90 derajat dengan ketinggian 150-200 meter ini.

Harau diyakini berasal dari kata ‘parau’, yang berarti suara serak. Konon, penduduk di atas Bukit Jambu yang ada di kawasan ini seringkali berteriak histeris sampai suaranya parau. Kenapa mereka suka teriak-teriak? Karena daerah ini dulu sering terkena banjir dan longsor, sehingga penduduknya jadi panik dan gaduh. Jadilah daerah ini dinamakan orau (istilah Minangkabau untuk kata parau) yang karena logat dan kebiasaan kemudian berubah menjadi ‘arau’ dan akhirnya lebih sering disebut dengan kata ‘harau’.

Kalau lagi puasa gini, kuat nggak melakukan olahraga ekstrim seperti panjat tebing? Kalau nggak, mari menikmati pemandangan sambil menunggu beduk saja! Sampai jumpa di Lembah Harau yang menakjubkan, kaya cerita dan penuh petualangan!

Indahnya Pantai Sepanjang Di Gunung Kidul

Indahnya Pantai Sepanjang Di Gunung Kidul

Pantai Sepanjang, Gunungkidul, Yogyakarta – Sesuai dengan namanya, pantai Sepanjang mempunyai karakter berupa garis pantai yang panjang. Dan konon, garis pantainya adalah yang terpanjang di wilayah Gunungkidul.

Letak pantai Sepanjang ada di desa Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul dan berdekatan dengan pantai Kukup dan pantai Drini. Pantai Sepanjang menghadirkan suasana alam yang masih asri, membawa tubuh, pikiran, dan hati Anda pada gambaran nyata tentang sebuah pantai yang indah.

Pantai Sepanjang

Keelokan pantai Sepanjang dengan hamparan pasir putihnya terlihat bersih, membentang dengan luasnya di bibir pantai. Ombak laut berderai menciptakan irama yang pastinya terdengar nyaman di telinga.

Suara khas pantai yang membuat Anda terbuai, terlena akan keindahan pantai Sepanjang yang tiada tara. Jangan heran, orang pun lantas mengibaratkan pantai Sepanjang dengan pantai Kuta di Bali.

Pantai Sepanjang berada di balik perbukitan dengan perkebunan di sekitarnya milik warga sekitar. Di pinggir pantai Sepanjang tampak pohon palem melambai-lambai diterpa angin laut, menyapa kehadiran Anda dengan penuh keramahan.

Jika air laut sedang surut, karang-karang kecil menampakkan wujudnya, dihiasi pula dengan biota laut yang mempercantik wajah pantai Sepanjang.

Gubuk terbuat dari bambu dan kayu serta beratapkan ilalang tampak berjejer dengan rapi di pinggir pantai, terlihat sederhana tapi itu justru menambah kesan alami pantai Sepanjang. Di gubuk itulah Anda duduk bersantai, setelah berkeliling di pantai Sepanjang yang mungkin membuat Anda lelah.

Segelas air dingin pasti nikmat rasanya. Jika segelas tidak cukup, Anda dapat memesannya lagi nanti. Dan, seteguk air dingin membasahi kerongkongan Anda yang mulai kering. Sekarang Anda pun merasa lebih segar dari sebelumnya.

Untuk sampai di pantai Sepanjang, waktu yang Anda tempuh adalah sekitar 2 jam dari kota Yogyakarta. Jalan aspal yang naik turun dan berkelok-kelok membuat perjalanan Anda menjadi semakin seru, apalagi ketika sampai di pantai Sepanjang.

Ya, pantai Sepanjang menanti Anda untuk merasakan keindahannya. (wisataloka.com)

Kebun Raya Eka Karya Di Bedugul Bali

Kebun Raya Eka Karya Di Bedugul Bali

Kebun Raya Eka Karya, Bedugul, Bali – Tak cuma pantai saja, di Bali ada satu kebun dengan aneka ragam spesies tumbuhan yang luasnya mencapai 157 hektar. Kebun Raya “Eka Karya”, bisa disebut juga dengan Kebun Raya Bedugul atau Bali Botanical Garden, merupakan kawasan konservasi tumbuhan eks-situ khas pegunungan tropika pegunungan timur Indonesia.

“Eka” berarti “satu” dan “Karya” bermakna “hasil kerja” yang menyiratkan kebun raya pertama di Indonesia yang setelah kemerdekaan dan didirikan oleh putra-putri bangsa tanpa campur tangan pihak kolonial .

Kebun Raya Eka Karya

Mengelilingi kebun raya yang diresmikan tanggal 15 Juli 1959 di tengah suasana pegunungan yang sejuk nan segar tentunya mengasyikkan.

Ya, Kebun Raya Eka Karya berada di kawasan wisata Bedugul yang merupakan salah satu tujuan wisata yang menarik untuk disambangi. Letaknya pun tak jauh dari Danau Beratan dan Pura Ulun Danu.

Dari Bandara Ngurah Rai, Kebun Raya Eka Karya jaraknya sekitar 70 km dan dapat ditempuh selama 2 jam perjalanan.

Puluhan ribu tumbuh-tumbuhan terhampar di setiap jengkal Kebun Raya Eka Karya yang terbagi menjadi beberapa taman.

Misalnya Taman Anggrek yang mengoleksi ratusan tanaman anggrek dari Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Jawa. Selain itu, ada pula Rumah Kaca Kaktus yang memamerkan aneka macam kaktus dari Indonesia dan belahan bumi lain, Taman Mawar, Taman Begonia, dan Taman Cyathea (paku-pakuan).

Masjid Mahligai Minangkabau, Kekayaan Religi Kota Padang

Masjid Mahligai Minangkabau, Kekayaan Religi Kota Padang

Berwisata di tengah Kota Padang? Mau wisata ke mana? Jangan pesimis dulu. Di tengah Kota Padang ada banyak tempat yang bisa dikunjungi untuk melepaskan dahaga berwisata para petualang. Salah satunya Masjid Raya Sumatera Barat, masjid dengan arsitektur unik yang dirancang untuk ramah gempa.

Terletak di persimpangan antara Jalan Khatib Sulaiman dan Jalan KH Ahmad Dahlan, Kec. Padang Utara, Masjid Raya Sumatera Barat mulai dibangun pada tahun 2008 dan terus dibangun hingga kini, serta telah menjadi pusat kegiatan agama skala regional seperti tabligh akbar, pertemuan jamaah, penyelenggaraan Salat Ied hingga Salat Jumat setiap minggunya.

Masjid Mahligai Minangkabau

Masjid karya arsitek Rizal Muslimin ini memiliki bangunan utama yang terdiri dari tiga lantai. Luas area bangunan sekitar 40.343 meter persegi dan mampu menampung sekitar 20.000 jamaah. Masjid ini dirancang untuk mampu menahan gempa hingga 10 SR sekaligus bisa dijadikan lokasi evakuasi bila terjadi tsunami.

Masjid ini terlihat unik karena bagian atapnya yang terinspirasi dari atap khas rumah Minangkabau, sekaligus mengadaptasi bentuk bentangan kain yang digunakan empat kabilah suku Quraisy saat berselisih pendapat mengenai pemindahan batu Hajar Aswad di Mekkah.

Sementara itu, bagian mihrab masjid terinspirasi dari bentuk batu Hajar Aswad dengan ukiran Asmahul Husna berwarna emas di atapnya.

Dinding masjid berbentuk ukiran tempat Al-Quran dengan empat sudut yang terinspirasi dari filosofi adat nan ampek (empat jenis adat Minangkabau), yaitu adat nan subana adat (adat sebenar-benarnya adat), adat nan diadatkan (adat yang dibuat menjadi adat secara resmi), adat nan taradat (adat yang menjadi adat tanpa dibuat menjadi adat secara resmi) dan adat istiadat (adat yang diwariskan turun temurun).

Kemudian, bagian eksterior Masjid Raya Sumatera Barat menampilkan ukiran kaligrafi dan motif kain songket khas Minangkabau.

Bentuk dinding masjid yang memiliki ukiran segitiga dengan enam sudut di dalamnya terinspirasi dari filosofi tata sosial Minangkabau, yaitu tiga tungku sajarangan, tiga tali sapilin (ulama, niniak mamak / lembaga penghulu adat, cadiak pandai / para ilmuwan dan kalangan berpendidikan) yang harus memegang teguh rukun iman sebagai pengikat seluruh elemen di masyarakat.

Ukiran dengan enam sudut ini sempat mengundang kontroversi di tengah masyarakat Minangkabau, tetapi menurut beberapa kalangan, bentuk tersebut dibuat berdasarkan filosofi tiga tungku sajarangan, tiga tali sapilin. Bagaimana menurut Sanak sekalian?

Ayo para pencinta arsitektur, kunjungi dan pelajari berbagai hal dari masjid ini! Tapi mendatangi masjid ini jangan hanya untuk foto-foto dan upload di media sosial ya! Mari tetap hormati Masjid Raya Sumatera Barat sebagai sebuah tempat ibadah yang patut dijaga fungsi utamanya dan kebersihannya. 🙂

Pantai Goa Cemara Di Bantul Yogyakarta

Pantai Goa Cemara Di Bantul Yogyakarta

Pantai Goa Cemara, Bantul, Yogyakarta – Pantai yang berada di wilayah Bantul, Yogyakarta ini terbilang unik. Bukan cuma keindahan pantai saja yang dapat Anda nikmati, tapi juga suasana khas yang Anda rasakan ketika bertandang ke pantai ini.

Pantai Goa Cemara adalah salah satu pantai di pesisir selatan Bantul yang membuat Anda semakin penasaran untuk mendatanginya. Ya, pantai yang berlokasi di desa Gadingsari, Sanden, Bantul, Yogyakarta ini menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda dan pastinya berkesan.

Pantai Goa Cemara

Pantai Goa Cemara, mendengar namanya saja sudah terbayang pantai yang dikelilingi pohon cemara. Tapi tunggu dulu, di pantai Goa Cemara, Anda tidak akan menemukan goa yang selama ini Anda bayangkan. Karena goa yang dimaksud hanyalah sebuah kiasan.

Rimbunnya pepohonan cemara udang yang berjejer akan langsung terlihat saat anda Sampai di area pantai Goa Cemara. Hutan pohon cemara ini terbentang mulai di pelataran parkir hingga sepanjang pinggir pantai.

Saking lebatnya, pepohonan cemara ini menghalangi pandangan Anda ke pantai. hanya terdengar sayup-sayup gemuruh ombak, Nah, untuk sampai di bibir pantai, Anda harus melewati hutan pohon cemara ini.

Di bawah rindangnya dedaunan pohon cemara tampak lorong-lorong yang membentuk seperti terowongan atau goa. Itulah kenapa pantai ini lalu dinamakan pantai Goa Cemara oleh masyarakat sekitar.

Ribuan pohon cemara sengaja ditanam di tepian laut untuk menahan angin yang datang dari arah laut dan darat.

Tujuannya untuk melindungi gumuk pasir yang berada di sekitar pantai agar tidak hilang tertiup angin. Tapi tidak hanya itu, pepohonan cemara ini ternyata juga menciptakan keindahan tersendiri yang menjadi salah satu daya tarik pantai Goa Cemara.

Hawa sejuk langsung menyergap Anda ketika masuk ke dalam pelukan hutan cemara yang terlihat alami. Ranting-ranting pohon cemara saling berkelindan menciptakan keteduhan yang melindungi Anda dari teriknya matahari yang membakar kulit.

Suasananya begitu tenteram dan damai. Hembusan angin laut yang bertiup sepoi-sepoi meniup pepohonan cemara, membuatnya tampak menari-menari.

Lautan lepas dengan gelegar ombaknya mulai tampak dari balik batang dan ranting pohon cemara. Hal menarik lainnya, Anda bisa menemukan penangkaran penyu dan sebuah mercusuar tak jauh dari bibir pantai.

Fasilitas pantai Goa Cemara cukup lengkap, deretan warung menyajikan aneka makanan, cocok disantap bersama keluarga atau sahabat. Ada juga sirkuit ATV dan arena kemah (camping ground) untuk Anda yang menyukai tantangan. (wisataloka.com)