Pangek Pisang Solok & Solok Selatan, Jaminan Bikin Ketagihan

Pangek Pisang Solok & Solok Selatan, Jaminan Bikin Ketagihan

Di tengah suasana perayaan adat yang spesial di Solok dan Solok Selatan, seperti pengangkatan datuak/pemimpin adat, peresmian rumah adat dan pernikahan, atau periode religius seperti bulan Ramadhan, selalu tersedia satu makanan ringan khas yang biasanya habis dalam waktu sekejap setelah dihidangkan. Namanya pangek pisang, hidangan gurih, manis dan wangi yang menggiurkan.

Daun pisang diletakkan di atas wajan, sebagai alas pisang batu atau pisang kepok matang. Kemudian santan kental dituangkan, ditambah dengan irisan kunyit, garam, vanili dan sedikit gula. Wajan harus ditutup rapat, lalu pisang dimasak hingga santan menjadi kental dan mengering, serta meresap ke dalam daging pisangnya.

READ  Bali Safari & Marine Park Di Gianyar Bali

pangek pisang

Di daerah Solok, hidangan ini biasanya dipadukan dengan lupis ketan hitam atau nasi lamak, yang berasal dari beras ketan yang dimasak dengan santan. Perpaduan wangi daun pandan, kelapa dan kunyit bercampur menjadi satu, sehingga saat memakannya, rasanya kita terbang seperti di komik anak cita rasa.

Kalau di Solok Selatan, biasanya pangek pisang dipadukan dengan nasi lamak berwarna kuning atau putih yang dibuat dari beras pulut atau ketan putih, yang dicampur dengan santan dan kunyit dan dikukus hingga matang. Rasanya? Tidak kalah enak dengan yang dipadukan dengan lupis ketan hitam.

READ  Bersantap Ikan Bilih Dikelilingi Cantiknya Danau Singkarak

Kini, banyak rang mudo (orang muda) Solok & Solok Selatan yang mulai menjadikan pangek pisang sebagai subjek wisata kuliner, sehingga untuk menikmati hidangan ini, kita tidak perlu lagi menunggu acara adat atau hari raya keagamaan.

Tertarik mencoba? Mampir dong ke Solok & Solok Selatan! Paling asyik makan pangek pisang sambil menikmati keindahan berbagai nagari di sana. Jangan lupa ngobrol dengan penduduk setempat ya. Kalau beruntung, kita bisa diajak masuk dapur penduduk untuk melihat proses pembuatan pangek pisangnya!

READ  Titian Aka, Jembatan Akar Berusia 100 Tahun di Pesisir Selatan
Comments are closed.