Rakik, Camilan Seafood Gurih Pariaman

Rakik, Camilan Seafood Gurih Pariaman

Waktu kecil, saya seringkali diajak mengunjungi rumah bako bundo saya di Pariaman (catatan: bako artinya keluarga ayah, bundo artinya ibu). Hal paling mencolok dari kunjungan ke tempat ini adalah suhu udara yang bukan main panasnya. Wajar saja, Pariaman adalah salah satu daerah dengan garis pantai terpanjang di Sumatera Barat, dengan panjang garis pantai 60,50 km.

Suhu panas bukan alasan untuk malas silaturahmi dengan keluarga bako bundo. Ada banyak hal yang menarik yang bisa membuat saya lupa dengan panasnya udara.

READ  Info Wisata Taman Nasional Baluran

camilan rakik

Salah satunya adalah makanan. Saya ingat sekali adik ungku saya (catatan: ungku artinya kakek) yang memperkenalkan saya kepada makanan khas Pariaman yang bernama Rakik.

Rakik adalah sejenis gorengan yang terbuat dari makanan laut bercampur adonan tepung. Rasanya garing dan gurih seperti kerupuk, dengan daging ikan atau udang di bagian tengahnya. Kebanyakan orang mengenali jenis camilan ini dengan sebutan peyek atau rempeyek.

Dalam Bahasa Minangkabau, kata rakik memiliki arti rakit. Mungkin makanan ini mendapat nama Rakik karena bentuknya seperti rakit? Silahkan orang Minangkabau yang mengerti untuk komentar di kolom diskusi di bawah ini! 🙂

READ  Kebun Binatang Ragunan Jakarta

Kalau kita jalan-jalan ke pasar di Pariaman, kita akan menemukan puluhan tumpukan rakik dari berbagai macam hewan laut yang dijual para pedagang. Rasanya ingin beli semua, tetapi uang jajan saya selalu tidak cukup. 🙂

Kalau saya mencoba sendiri membuat rakik di rumah, rasanya pasti tidak sama dengan yang dijual di pasar di Pariaman. Selalu saja ada yang kurang. Jadi, ayo datang ke Pariaman untuk makan rakik! Main ke Sumatera Barat, jangan makan rendang atau gulai saja!

READ  Bali Safari & Marine Park Di Gianyar Bali
Comments are closed.