Review Wisata Dieung Plateau Lengkap

Diyeng atau Dieng plateau sering juga disebut (Dataran Tinggi Dieng) terletak di Provinsi Jawa Tengah diantara dua kabupaten yaitu Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara dengan ketinggian 2093 m di atas permukaan laut. Dieng plateau merupakan titik tengah pulau Jawa dan sebagai peninggalan pusat peradaban Hindu tertua di pulau Jawa saat Sanjaya Dynasti berkuasa.

Jarak Dieng Plateau dengan pusat kota Wonosobo 26 km, atau dapat ditempuh sekitar 45 menit perjalanan dengan kendaraan umum.

Dieung Plateau

Dieng plateau terbentuk dari lempengan-lempengan Gunung api yang diperkirakan telah terjadi letusan dahsyat di masa lampau sehingga meninggalkan ratusan gugusan pegunungan cantik di kawasan dataran tinggi ini. Dieng Plateau di sebut-sebut sebagai surganya tanah Jawa karena keindahan alam yang tak terelakkan oleh siapa pun yang mendatanginya.

Ratusan telaga indah, kawah cantik bekas letusan gunung Dieng, Candi-candi peninggalan peradaban masa lampau, landscape dieng dan tempat terbaik untuk melihat matahari terbit yang sangat menawan dengan cahaya emasnya. Yang paling terkenal adalah golden sunrise di Sikunir, Gunug Prau, Gardu Pandang dan Sunrise di Pakuwojo Dieng.

Dieng terkenal sebagai tempat bersemayamnya para Dewa sehingga banyak sekali peninggalan peninggalan sejarah semacam candi masih berdiri tegak di sana. Khususnya candi candi yang beraliran Hindu, karena disinilah tempat peradaban Hindu pertamakali di tanah Jawa.

Komplek Candi Arjuna, Komplek Candi Setiaki, Kompek Candi Arjuna, Candi Dwarawati, Candi Bima dan masih banyak lagi candi candi yang masih terpendam disana yang menjadi saksi bisu bahwa Dieng Plateau merupakan bekas peradaban hindu terbesar masa lalu di tanah Jawa. Keindahan alam tertoreh di semua sudut Dieng Plateau khususnya di komplek Candi Dieng. Komplek Candi Dieng Plateau terletak tepat di titik tengah tengah yang di kelilingi perbukitan elok serasa membentengi Candi Candi Dieng tersebut.

dieng

Obyek Wisata Dieng

Dieng plateau menawarkan berbagai macam obyek wisata dan telah menjadi tujuan wisata utama di Jawa Tengah. Destinasi wisata Dieng Plateau di bagi menjadi dua zona yaitu zona 1 dan zona 2. Dieng plateau zona 1 merupakan destinasi wisata Dieng yang sering dikunjungi oleh para wisatawan karena lokasi dan jaraknya mudah dijangkau oleh siapapun (dalam radius +/- 1-3 km dari poros wisata Candi Dieng).

Obyek wisata Dieng plateau zona 1 adalah sebagai berikut, kawasan lembah Dieng, Gardu Pandang Tieng, Komplek Candi Dieng, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Telaga Pengilon Gua Dieng, Theater, museum dan air suci Tuk Bimalukar. Sedangkan obyek wisata Dieng dalam zona 2 meliputi : Sumur Jalatunda, Telaga Merdada, Kawah Sileri, Telaga Dringo dan Kawah Candradimuka.

Kuliner Khas Dieng

Selain wisata, Dieng Wonosobo menawarkan beraneka kuliner khas seperti : mie ongklok, carica, purwaceng, opak singkong, Tempe Kemul, Sagon dan Kacang Dieng.

mie ongklok

mie ongklok

Hawa udara yang dingin di Dieng membuat rasa dalam pengolahan berbeda dengan daerah lain, seperti mie ongklok misalnya disajikan pada saat panas. Juga Purwaceng yang diolah menjadi bahan minuman panas berenergi.

READ  Pantai Tanjung Kelian, Pantai Bersejarah Di Pulau Bangka

Event di Dieng

Rampak Yakso adalah tarian khas Dataran Tinggi Dieng yang kerap ditampilkan saat event dan hajatan besar di Dieng.

Berbagai upacara adat dan kesenian ditampilkan di Dieng, seperti Dieng Culture Festival yang diselenggarakan setiap setahun sekali dengan menampilkan ruwatan cukur rambut gembel (Secara unik sebagian anak-anak di Dataran Tinggi Dieng berambut gembel yang tumbuh secara alami, masyarakat setempat menghubungkan kejadian tersebut dengan legenda Kyai Kolodete sebagai pendiri Dieng).

tari lengger topeng

Kemudian tari rampak yakso dan tari lengger topeng yang digelar dalam hajatan-hajatan besar di Dieng.

Zona 1 Dieng

Zona 1 adalah kawasan obyek wisata Dieng dalam jarak 1-3 km dari poros Dieng. obyek wisata zona 1 rata-rata mudah dijangkau, baik kendaraan pribadi maupun bus 3/4. Obyek wisata yang masuk dalam zona 1 antara lain : Telaga Warna, Telaga Pengilon, Goa-goa alam, Kawah Sikidang, Candi Dieng, Dieng Plateau Theater, Tuk Bima Lukar dan Museum Kailasa. Sedangkan obyek wisata Dieng yang masuk dalam zona 1 perlu ditempuh dengan jalan kaki seperti Bukit Sidengkeng dan Batu Pandang.

Untuk mengunjungi obyek wisata Dieng zona 1 dibutuhkan waktu sehari, start dimulai pagi hari dan selesai sampai dengan sore hari. Obyek wisata zona 1 adalah sebuah tempat wisata yang paling favorit di Dieng, selain mudah dijangkau obyek wisata ditempat ini menawarkan pemandangan yang sangat indah, terutama kawasan Telaga Warna Dieng.

Gardu Pandang Tieng

Gardu Pandang Tieng adalah salah satu destinasi utama di Dataran Tinggi Dieng yang masuk zona 1, tepatnya di desa Tieng, kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Secara geografis Gardu Pandang Tieng berada di ketinggian 1789m di atas permukaan laut sehingga mempunyai udara cukup dingin.

Gardu Pandang Tieng

Hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dari arah kota Wonosobo kita dapat menjangkau menara pandang ini dan biasanya akan menjadi tujuan pertama saat ingin berwisata ke Dieng. Para wisatawan dapat menyaksikan lembah Dieng yang begitu luas Dari Gardu Pandang Tieng dengan area pertanian kentang dan rumah rumah perkampungan.

Gardu Pandang Tieng di kelilingi perbukitan dan pegunungan diantaranya adalah Gunung Perahu, Pegunungan Nganjir, Gunung Sindoro, Gunung Kembang dan di sebelah belakang menara pandang ini kita dapat melihat Gunung Pakuwojo dan bukit Sikunir.

Gardu Pandang Tieng pemandangan

Tidak hanya pemandangan alam saja yang akan kita saat berkunjung ke Gardu Pandang Tieng saat siang hari, dari tempat inilah kita juga dapat menyaksikan matahari terbit. Banyak para pelancong berburu sunrise di Gardu Pandang Tieng karena lokasinya yang sangat strategis tidak berjalan mendaki karena tempatnya terletak di pinggir jalan utama menuju Dieng. Bagi para wisatawan yang enggan berjalan jauh maupun mendaki Gardu Pandang Tieng merupakan pilihan yang tepat untuk berburu matahari terbit. Dari Gardu Pandang Tieng selain menyajikan alam pegunungan, kita dapat menyaksikan para petani pegunungan dieng bercocok tanam kentang terlihat di lereng pegunungan terasiring-terasiring pertanian kentang yang tertata rapi.

READ  Kebun Binatang Gembira Loka, baca Infonya disini

Gua Dieng

Gua Dieng adalah sebuah obyek wisata Dieng yang masuk dalam zona 1, lokasinya berada dikawasan Telaga Warna dan Telaga Pengilon Dieng. Hanya berjalan sekitar 200 meter dari masuk kawasan Telaga Warna Gua Gua alam Dieng ini dapat dijangkau. Jalan setapak yang sudah tertata rapi ini sehingga memudahkan para wisatawan saat berkunjung.

Sebelum memasuki deretan area Gua Dieng terlebih dahulu kita akan di sambut batu besar yang di sebut batu tulis. Dilihat dari kejauhan batu ini hamper mirip dengan tokoh pewayangan Jawa yaitu Semar. Makanya batu tulis ini sering di sebut Batu Semar karena kemiripannya dengan Tokoh Semar.

Dari arah Batu Semar/batu Tulis ada dua jalan menuju kearah gua. Jika kita melewati jalur kiri pertama yang akan dilihat adalah Gua Jaran. Tidak jauh dari Gua Jaran sekitar 7 meter tepat disebelah kanan disitulah Gua Sumur berada. Gua sumur ini merupakan satu-satunya gua yang mengandung mata air jernih yang masih di percaya kesakralannya oleh penduduk setempat. Gua sumur ini masih tertutup rapat dengan pintu jeruji besi agar terjaga kebersihannya. Jika menginginkan mata air dari Gua Sumur ini dapat juga mengundang Juru kunci untuk membukanya.

Sekitar 3 meter di sebelah Gua Sumur Gua pengantin atau sering di sebut Couple Cave juga terdapat disitu. Gua pengantin ini sangatlah simple hanya mempunyai lebar ruangan 1 m2. Siapapun boleh memasuki gua ini karena tidak berpintu.

Tepat diatas gua pengantin terdapat gua paling terkenal, yaitu Gua Semar. Gua semar letaknya lebih tinggi dari pada gua gua alam Dieng lainnya. Gua Semar merupakan gua yang paling luas di Dieg di banding Gua Pengantin, Gua Sumur maupun Gua Jaran.

Letak komplek gua ini memutar jadi para pengunjung tidak usah berbalik arah tinggal memutari area komplek gua yang terletak di antara Telaga Warna dan Telaga Pengilon para wisatawan bisa menjangkau semua gua-gua alam Dieng.

Telaga Warna Dieng

Bagi Anda yang berdomisili di Jawa, kurang lengkap rasanya jika pergi berlibur namun belum pernah menginjakkan kaki di Dataran Tinggi Dieng. Berlokasi di Kecamatan Kejajar Wonosobo, Dieng berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Obyek wisata di Dieng merupakan peninggalan budaya dan alam yang dikelola bersama oleh dua kabupaten, yakni Banjarnegara dan Wonosobo.

Salah satu obyek wisata terkenal di Dieng adalah Telaga Warna. Telaga ini merupakan salah satu destinasi wisata andalan.

telaga warna dieng

Bak harta karun yang tersembunyi, telaga ini terkepung rimbun semak dan pepohonan yang mengelilinginya sehingga baru bisa dilihat secara utuh setelah Anda memasukinya. Telaga Warna ini memiliki keunikan fenomena alam berupa sering berubahnya warna air dari telaga. Menurut mitos yang berkembang di Masyarakat Dieng, beragam warna yang muncul dipermukaan Telaga Warna diakibatkan cincin milik seorang bangsawan yang jatuh ke dasar telaga tersebut. Sedangkan menurut kajian ilmiah, warna-warni di permukaan telaga tersebut adalah akibat dari pemgbiasan cahaya oleh sinar matahari pada endapan belerang atau sulfur di dasar telaga. Warna yang dominan muncul dipermukaan Telaga Warna adalah warna hijau, putih kekuningan, serta warna biru laut.

READ  Pantai Ngobaran Di Gunung Kidul Yogyakarta

Berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi oleh bukit-bukit tinggi menambah pesona keindahan alam sekitar telaga warna. Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Telaga Warna Dieng adalah pagi hari (jika bisa sebelum pukul 10.00 WIB) karena mulai siang pukul 11.00 WIB kabut tebal akan menutupi daerah sekitar telaga. Keberadaan Telaga Warna Dieng ini berguna bagi masyarakat sekitar sebagai sumber irigasi untuk mengairi tanaman kentang yang menjadi komoditas utama di kawasan ini.

Anda dapat menyusuri tepian telaga ini dan ada juga balkon kecil untuk duduk bersantai sambil menikmati udara dan keanekaragaman fenomena alam yang mengelilinginya. Selain itu, Anda juga bisa mendaki ke puncak bukit yang memagari telaga. Kondisi menuju bukit ini cukup sempit dan licin dan hanya bisa dilalui oleh satu orang saja. Di antara rimbunnya pepohonan, Anda bisa menyaksikan keindahan telaga berwarna-warni ungu cantik bergradasi dengan warna hijau di tengah dan hijau pucat di pusat telaga.

Pemandangan terbaik untuk menikmati keindahan Telaga Warna adalah dengan mengikuti jalur sebelah kiri hingga bertemu Kawah Sikidang, lanjutkan perjalanan melewati jalan setapak yang menyempit dan menanjak hingga sampai di atas bukit. Dari atas bukit samping Telaga Warna tersebut Anda bisa menyaksikan bentuk utuh telaga dari ketinggian. Keindahan alam Telaga Warna Dieng ini bisa Anda nikmati dengan membayar tiket masuk Rp 5.000,00 untuk hari biasa atau Rp 7.500,00 untuk akhir pekan per orang.

Fasilias kuliner di dalam kompleks wisata Telaga Warna Dieng belum tersedia. Jika Anda ingin pilihan kuliner lain, sebelum menuju Telaga Warna Dieng sempatkan mampir di sepanjang jalan. Di sana terdapat warung makan yang menjual bakso dan soto hangat untuk mengisi perut dan menghangatkan badan. Minuman khas penghangat badan yang terkenal di Dieng disebut purwaceng yang terdiri dari purwaceng kopi, susu, dan purwaceng akar.

Akses menuju ke telaga warna dapat ditempuh dari pusat Kota Wonosobo dengan menggunakan kendaraan umum dari terminal Kota Wonosobo dengan menempuh jarak sekitar 30 kilometer atau selama 45 menit hingga 1 jam. Jika ingin menggunakan kendaraan pribadi, pastikan kendaraan dalam keadaan baik karena medan jalan yang akan dilewati berliku dan menanjak, juga sisi kanan dan kiri jalan berbatasan langsung dengan jurang yang cukup dalam. Estimasi waktu perjalanan menuju kawasan wisata ini memakan waktu 4 jam dari Yogyakarta atau Semarang menggunakan kendaraan pribadi.